Tampilkan postingan dengan label Lomba Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba Menulis. Tampilkan semua postingan

24 Januari 2012

K3W : Aduh Kelebaran Mulutku

Sebenarnya malu buat nampang foto yang satu ini , tapi ngak apalah demi amannya dunia persilatan dan dunia perbloggeran juga dunia kenang-kenangan.


Foto Pernikahanku ditahun 2005
Waktu itu lagi sesi makan kue Pernikahan

Awalnya aku juga ngak tau dan ngak sadar kalau sudah memilih foto ini , padahal waktu sebelum foto di cetak aku dateng kerumah yang motoin kami nikah. Setelah pilih-pilih yang bagus process cuti mencetak pun dilakukan.

Dan ngak lama, nunggu beberapa hari udah jadi....tapi begitu jadi dan lihat-lihat ternyata tercetaklah salah satu foto yang Aduh kelebaran mulutku. Sebelum aku liat para saudara dan keluarga pada liat duluan. Dan mereka pada ketawa semua...katanya...untung sendok ngak ke makan ya? Tapi setelah aku lihat dan ternyata emang bener.....ternyata lebar juga mulutku ini hahahhaa.


“(nama sampeyan) berpartisipasi dalam ‘Saweran Kecebong 3 Warna’ yang didalangi oleh Jeng Soes-Jeng Dewi-Jeng Nia, disponsori oleh Jeng Anggie, Desa Boneka, dan Kios108”.

Read more at: http://keluargazulfadhli.blogspot.com/2012/01/saweran-kecebong-3-warna.html
Diambil dari tulisan aslinya di http://keluargazulfadhli.blogspot.com/

“(nama sampeyan) berpartisipasi dalam ‘Saweran Kecebong 3 Warna’ yang didalangi oleh Jeng Soes-Jeng Dewi-Jeng Nia, disponsori oleh Jeng Anggie, Desa Boneka, dan Kios108”.

Read more at: http://keluargazulfadhli.blogspot.com/2012/01/saweran-kecebong-3-warna.html
Diambil dari tulisan aslinya di http://keluargazulfadhli.blogspot.com/
Mulyani berpartisipasi dalam 'Saweran Kecebong 3 Warna' yang didalangi oleh Jeng Soes-Jeng Dewi-Jeng Nia, diseposori oleh Jeng Anggie , Desa Boneka dan Kios 108.

15 November 2011

Anggaran Belanja Bulanan – Hemat Atau Boros

Aku tinggal di kota kecil yang tidak begitu ramai, tetapi sangat menyenangkan. Menyenangkan karna aku tinggal bersama seorang suami yang baik hati, anak yang manis dan mengemaskan. Meskipun rumah perumnas yang hanya bisa buat selonjorang kata orang-orang.....tapi Alhamdullilah rumah yang nyaman dan sudah lunas pada dua tahun lalu.

Semalam main kerumah PakDe, ternyata ada tantangan buat Anggaran belanja bulanan. Wahh kalau yang ini emang udah kerjaanku..bisa di bilang dari zaman gak enak sampai gak enak juga, aku selalu melakukan ini.

Apa-apa yang menjadi kebutuhan dan biaya tak terduga selalu masuk dalam catatanku....jadi selalu ada perbedaan di setiap bulannya. Kadang biaya meningkat , dan kadang menurun. Hal ini sudah aku lakukan sejak aku belum lagi menikah. Sampai-sampai temenku suka bilang...mb mul..mb mul, masih juga nyatet ginian.

Anggaran Belanja Bulanan Versi Ibu Dini.

1. Untuk Listrik 1.300 V, setiap bulannya suka beda kadang mahal kadang murah tapi aku ambil tengahnya aja..Rp. 120.000.

Terdiri dari :


- Kulkas
- 1 buah komputer
- 2 buah TV 21 Inci dan 14 Inci, Aktif di pagi hari, malam hari, sabtu dan minggu
- Lampu aktif dari sore hingga pagi ( ruang keluarga, kamar, teras depan dan samping, dapur).
- Nyetrika 1 minggu sekali.
- 2 kipas angin aktif di malam hari
- 1 hari sekali menghidupkan mesin air
- 1 buah PS dan 1 buah komputer Tutor ( untuk yang ini jarang-jarang di aktifkan ).


2. Belanja di warung Rp. 450.000

- Beras 1 bulan 8 kilo untuk saya, suami dan anak. Terkadang dapat beras jatah dari Pak RT untuk 5 kilo Rp. 28.000.
- Macam-macam sayur, cabe, bawang, minyak makan, sabun mandi, odol, deterjen cuci baju dan cuci piring, shampo, kadang ikan juga ayam, susu kaleng, sari wangi, gula dll.

( Kebetulan bayarnya tiap bulan, jadi ambil barang ...gajian baru bayar hehehheh ).

3. Biaya Katring Rp. 200.000

- Katring biasanya kalau lagi malas masak, jadi makan siang suka katring.

4. Biaya penitipan Dini Rp. 350.000

5. Biaya SPP Dini Rp. 65.000, Jemputan Rp. 40.000, SPP mengaji Rp. 15.000 = Rp. 120.000

6. Tabungan Dini setiap hari di sekolah Rp. 5.000 x 26 hari = Rp. 130.000.

7. Pulsa Rp. 115.000

- Internet Rp. 35.000 ( jarang-jarang ).
- Hp untuk berdua kurang lebih Rp. 80.000

8. Arisan bulanan , simpanan koperasi , kas dan konsumsi di Dasa Wisma Rp. 343.000

9. Minyak motor setiap bulan kurang lebih Rp. 160.000

10. Gas untuk 3 kilogram tiap bulannya 1 tabung Rp. 15.000

11. Uang sampah Rp. 10.000, Kas RT Rp. 2.000, Biaya kematian Rp. 2.000 = Rp. 14.000

12. Biaya tidak terduga , biasanya untuk jajan dini, jajan di luar , undangan, sumbangan , sakit, oli motor, infak dll Rp. 500.000 ( ini juga tidak aktif masih bersifat jarang-jarang ).

Jadi total keseluruhan untuk Anggaran belanja bulanan versi IbuDini sebesar Rp. 2.517.000.


Biaya ini terkadang bisa lebih rendah dan kadang meningkat. Seperti bulan-bulan sebelumnya musti bayar kriditan kendaraan Rp. 1.034.000 dan Arisan Rp. 1.000.000. Tapi Alhamdullilah semua sudah terlewati. Sekarang sedang memulai lebih hemat lagi namun tidak mengurangi Gizi makanan. Karna sedang meningkatkan menabung untuk kelahiran anak dan Dini masuk sekolah.

Untuk air kami menggunakan air sumur sendiri jadi tidak ada biaya PDAM, sementara rokok suami, beliau membelinya tidak menggunakan uang Anggaran belanja , melainkan jika mendapatkan uang sampingan. Nah kadang sekali-kali kami juga di traktir buat makan di luar. Jadi tidak termasuk dalam anggaran. Kalau gak ada uang samping maka tidak ada rokok. Terkadang biaya bensin juga berkurang dari anggarana bila si ayah dapat uang samping.

Hidup boros sangat tidak baik, sementara hidup hemat sangat di perlukan. Namun tidak mengurangi untuk tetap berbuat kebaikan. Hemat tapi sisihkan sedikit untuk yang memerlukan. Inilah bayangan dari Anggaran Belanja Bulanan IbuDini yang terkadang pas dan terkadang suka lebih. Menurut sahabat Apakah ini termasuk Hemat atau Boros.

Terimakasih.


Artikel ini diikutsertakan ada Kuis Anggaran Belanja Bulanan di BlogCamp.




4 November 2011

Hanya Gara-gara Teka Teki

Barusan ikutan Teka Teki yang di buat oleh Fanny, sempet pusing juga ..alat apa ya?? Yang kepikiran saat itu hanya alat-alat dapur doang...dasar emang naluri emak-emak ya gini ini, yang di inget cuma alat-alat dapur doang.

Ngomongin teka teki aku sering ke inget pengalaman aku waktu bermain teka teki masa SD, waktu kecil aku suka main sama kawan-kawan di lapangan voli kalau sore hari...dari mulai main jengket, main yeye , main masak-masakan sampai akhirnya main teka-teki. Nah kalau gak bisa jawab teka teki jidatnya di coret sama areng atau di suruh joget-joget.

Temen-temen cowok masa kecilku dulu suka pada jahil...kadang itungnya cepet-cepet jadi belum sempet mikir lama udah kena hukuman. Aku jadi keinget sama temen aku tutik...karna kalah terus di kerjain sampai-sampai gak mau main lagi...alias ngacir pulang. Hanya gara-gara teka teki ngawur akhirnya kami bubar pulang gak main lagi sama tuch cowok-cowok. Anehnya besoknya kami main lagi sama mereka...karna gak ada pilihan lain juga sih, emang merekalah temen main kami.

Gara-gara teka-teki inilah kami dulu suka marahan trus baikan lagi....inget-inget lupa, maklum udah kelamaan jadi harap maklum.

  1. Benda, benda apa yang jalannya mundur tapi kepalanya merah.....Ayoo apaaaa...gak tau..gak tau...jawabnya obat nyamuk.

  2. Badannya berbulu, kalau ngamuk dan keluar kepalanya jadi botak...ihhhh porno nich....ngak..ngak...ayo jawab.....gak tau..gak tau..jawabnya rambutan.

  3. Mata, mata apa yang gak kelihatan diwaktu siang.....belum sempet mikir, tuch cowok-cowok udah jawab, Mataharinya lagi tidur siang....ayo coreeetttt.

  4. Yang paling aku inget banget nich....Wajah, wajah siapa yang paling jelek..nanti kami kompakan bilang...wajah kalian semua pada jelekkkk.., malah di balas..wajah imung kalau lagi nangisss...( konyol kan temen-temenku ).

Dulu , aku pernah nangis gara-gara di kejer-kejer mau di kasih ulat daun, karna udah takut akhirnya pasrah trus duduk nangis sejati-jadinya. Jahatnya temenku itu..udah aku nangis, bukan malah kasihan malah diletaknya ulat daun di topi pramuka aku.

Sebenarnya masih banyak teka teki ngawur waktu zaman kecil dulu, sembarang aja bisa jadi teka teki..buat gantiin permainan lain biar gak bosen. Senengnya main teka teki ini di coret-coret sama areng aja.....jadi lucu-lucu, trus ketawa-tawa akhirnya jadi marah-marah dan bubar.

Tapi, kalau diinget-inget lucu juga masa kecil dulu, kalau sekarang udah beda...udah pada punya anak..ada yang udah 3 malah..aku sendiri aja yang masih satu. Jadi kangen sama mereka....



Artikel teka teki ini diikutsertakan dalam acara BERTEKA TEKI, BEREBUT NOVEL yang diadakan oleh Sang Cerpenis Bercerita.

Ini cerita teka tekiku..apa ceritamu.





3 November 2011

Lupa Motong Kuku Kaki


Memotong kuku kaki adalah kegiatan wajib yang harus dilakukan, disamping baik untuk kebersihan dan kesehatan tubuh kita , juga di karenakan Allah suka sama umatnya yang rajin menjaga kebersihan , maka dari itu rajinlah kita untuk selalu memotong kuku.

Baiklah , kita tinggalkan tentang kuku kaki karna sebenarnya yang ingin aku ceritakan di sini adalah tentang kuku kaki ayam dan bukan kuku kaki manusia. Aku punya pengalaman pertama yang mungkin gak kelupakan sampai sekarang....malah kadang kalau diinget-inget malu sendiri.

**

Waktu itu di bulan Agustus tahun 2005, tepatnya aku memulai berumah tangga dengan seorang pria yang baik hati dan tidak sombong yang saat ini Alhamdullilah masih menjadi suamiku. Suami yang selalu sabar dan perhatian....Terimakasih untuk itu Tuhan, meskipun aku dipertemukan lama tetapi menjadi Jodoh hanya dalam waktu singkat.

Ceritanya begini , setelah satu minggu kami menikah, kami langsung pindahan rumah. Aku ikut kerumah suami yang alhamdullilah sudah di belinya sejak awal. Rasanya agak canggung memang tapi berusaha untuk biasa-biasa saja seperti belum menikah dulu.

Dua hari dirumah baru, aku baru mulai memasak sendiri. Meskipun awalnya aku sering memasak tapi beda begitu memasak untuk suami, agak-agak grogi...takut gak enak atau semacamnya. Waktu itu yang aku masak adalah Sop ceker, sambal terasi, tempe goreng, perkedel dan Nasi putih tentunya. Dikarenakan aku sudah biasa masak, jadi semua berlalu dengan tanpa kendala....berjalan lancar dan aroma terasipun sampai menusuk hidung.

Sementara aku masak, suamiku beres-beres dibantu dengan temannya. Siap beres-beres tanpa menunggu lama ...suamiku mengajak temannya untuk makan siang. Begitu sesi makan siang bersama dengan menu sop ceker tiba-tiba wajahku memerah yang gak tau harus diapain biar gak merah dan hilang rasa malu.

Tiba-tiba suamiku yang imut itu bilang, Adek????? kuku kakinya gak di potong ya???? twing...twing...gubrak, Teman suamiku yang kebetulan aku juga kenal berkata, gak apa tinggal untuk ngaruk aja kalau gatal kok....( asli dia sambil ngakak ).

Ternyata teman …..aku lupa memotong kuku kaki ayam tersebut. Mungkin karna geroginya itu sampai lupa hal yang harus dilakukan. Meskipun sudah dibilang sering masak.

Akhirnya supaya tidak hilang selera, aku pilihin ceker ayam dari kuali sama mangkok agar tidak di makan. Tapi suamiku bilang...gak apa, pengalaman pertama tinggal di rumah baru sama suami baru..hehhehe, yang penting besok-besok jangan lupa lagi.

Dari hari itu aku jarang sekali masak sop ceker, kalau tidak permintaan suami baru masak. Tapi, sekarang …. tepatnya sejak punya anak yang suka banget sama sop ceker aku jadi suka lagi masak sop ceker. Yang penting pengalaman pertama kuku kaki gak di potong jangan sampai terulang lagi. Malu...malu teman.


Artikel ini diikutsertakan dalam acara My First GiveAway – Pengalaman Pertama yang diadakan oleh Coretan-coretan Mbak Una.