31 Mei 2011

Rumah Baru

Sudah dua hari ini blog Cerita Nyata dan Tidak Nyata punya ku ada masalah...para sahabat gak bisa meninggalkan komentar begitu juga dengan saya sendiri tidak bisa menjawab pesan. Masalah ini dimulai pada senin siang kemarin yang sebenarnya aku juga tidak menyadarinya. Sedang berjalan2 kerumah sahabat dan ada yang menanyakan tentang blog barbieku itu.

Sudah beberapa kali aku mencoba tetapi tidak berhasil juga, dan ada juga saran dari sahabat tetapi gak berhasil juga semoga saja saran dari Lyliana untuk aku mengganti rumah lamaku berhasil.....karna sebelumnya Lyliana pernah mengalami hal seperti itu.
Tapi yang lucunya kok saya malah memperbaiki rumah ku yang satu ini ya.... dengan desain yang lumayan adem dengan warna coklat.

Meskipun kurang biasa karna listnya di sebelah kiri....tapi sedikit menyenangkan. Moga dengan rumah baruku ini aku semakin rajin untuk menulis sesuatu diblog ini. Maklumlah ngeblog sambil bekerja....( ini rahsia ya ).

Semoga juga dengan rumah baruku ini aku mendapatkan banyak teman lagi disini sama dengan blog ku yang satunya.

Salam untuk Sahabat semoga sehat selalu.


23 Mei 2011

Ajari Aku

Ibu....hidupku sudah lebih baik, rasanya baru kemarin aku menjalani ini semua tanpa dukungan ibu dan nasehat ibu. Ingin rasanya aku melakukan hal2 yang tak terduga tapi setelah aku berfikir semua itu akan sia-sia....
Aku yakin Ibu juga mungkin tak akan menyetujuinya.....

Ibu....aku berusaha untuk menjalani ini semua dengan penuh iklas dan kesabaran..seperti yang telah Ibu lakukan.
Untuk itu ...Ajari aku, bantulah aku..tunjukkan aku..mana yang harus aku lakukan dan mana yang tidak perlu aku lakukan.

Do'a ku selalu untukmu...Aku kangen Ibu.

28 April 2011

Derita Sang Ayah ( Tamat )

Siang itu aku sedang bekerja seperti biasa...tiba2 aku mendapat telfon dari kakak kalau aku diharuskan pulang karna besok Ayah akan berangkat ke kampung. Aku sempet kaget karna Ayah bener2 mau pergi meskipun kondisi tidak begitu baik. Awalnya ku pikir Ayah hanya iseng waktu ngomong2 mau pulang kampung dan mengajak kami pindah semua....dengan biasa aku katakan ketika itu " ahhh kalau tinggal di kampung gak maulah Yah...nanti kami mana ada kawannya, lagian kan saudara kita udah banyak yg disini.

Sore aku pulang dari kerja jam 4 sore dan langsung beli tiket pulang ke tg pinang , sampailah aku dirumah pukul 6 sore....maklum tempat kerjaku jauh , jika menggunakan kendaraan memakan waktu 2 jam lebih , jika naik spit 30 menit disambung dengan kendaraan 30 menit jadi kira-kira 1 jam lebih juga.

Langsung aku kekamar Ayah..salaman dan bertanya kabar, juga menanyakan apa harus berobat sampai ke kampung.
Jawabannya ketika itu....." Sepertinya disini ada yang tidak suka dengan kita terutama Ayah..mungkin karna kita senang jadi ada yang tidak suka jadi ayah dibuat sakit. Tapi ya..sudah Ayah hanya pengen sembuh, pengen lihat kalian itu menikah, mau lihat Nur sama Joko itu sampai tamat sekolah...jadi kamu gak usah mikir banyak.
Tapi Ayah punya satu permintaan....ikutlah dengan Ayah...tinggallah disana, kalau kakak sama abang kan gak mungkin mereka sudah punya keluarga.
Kalau bisa kamu sama Joko ikut ayah dulu nanti kalau Nur udah lulus biar dia nyusul sama harti.

" aku kaget dan bingung apa yang mau aku katakan...disebelah pihak aku tak ingin ayah sendirian, tapi disisi lain aku tak ingin tinggal di Jawa.

Ayah...maafin aku, bukan aku gak mau ikut ayah dan bukan aku gak sayang ayah...aku mau mengatar ayah ke jawa dan kita pulang lagi tapi kalau untuk tinggal diJawa aku gak mau. Sementara Joko adekku sama sekali gak mau dekat dengan ayah malam itu...diajak bicara dia juga gak mau...waktu itu dia berumur 8 tahun. Kami 6 bersaudara...kami semua disayang Ayah...tapi kata orang dan saudara2 kalau ayah itu lebih sayang sama aku dan Joko, mungkin karna aku pendiam dan suka nurut kata ayah sementara joko anak laki2 paling kecil..meskipun ada abang tertua tetapi Ayah entah mengapa tidak begitu percaya kepada Abang.

Malam itu sebelum Ayah berangkat Bapak Notaris datang kerumah....Ayah membagikan beberapa tanah miliknya kepada kami, jika ia tidak panjang umur dan tidak bisa kembali lagi ke tg pinang..akhirnya surat2 kuasa dan lain2 diserahkan kepada kakak perempuan kami yg pertama...( disini terbukti emang ayah tidak begitu percaya kepada abang ). Setelah semua selesai tanda tangan dan bapak notaris pulang.

Malam itu aku tidur bersama Ayah...sesekali ayah meminta aku untuk memijit leher dan kakinya..benar2 malam itu aku tidak bisa tidur, apakah aku ikut atau tidak...apakah keputusan menolak permintaan ayah salah atau tidak. Ayah ingin sekali tidur dengan Joko tetapi dia tidak mau.
Wajah Ayah yang tak lepas dari pandangan gelisah tidurku....sepertinya aku tak dapat lagi melihat wajah ini. Meskipun akhirnya Ayah mengatakan .." Ya sudah tapi nanti kalau Nur sama Joko udah lulus baru kejawa aja sama-sama.

Tibalah dimana Ayah harus berangkat...setelah ayah beberapa kali membujuk aku dan hatiku tidak luluh juga akhirnya abang yang menemani ayah pulang kampung bersama saudara kami. Semua persedian dan sejumlah uangpun sudah dipersiapkan....., saat mau berangkatpun ayah masih juga mengingatkan aku dan adik2ku untuk tetap menyusulnya.
Aku sedih menangis tak henti....saat aku memeluknya, menciumnya, menatap wajahnya aku merasakan kalau hari itu adalah hari terakhir aku akan bertemu dengan Ayah. Berat rasa ingin melepaskan...meskipun sudah kubujuk dan kupaksa untuk tidak pergi tetapi ayah tetap nekat mau pergi juga. Pandangan mataku tak lepas darinya....uluran tangan terakhirpun tak bisa aku melepaskannya.
Benar2 nyata....Ayah pergi meninggalkan kami, saat itu aku hanya berdoa kepada Tuhan semoga ayah diberi keselamatan dan kesehatan dan segera aku menjemputnya pulang.

Rumah begitu sepi dan kosong....sepertinya aku baru saja melepaskan tanggung jawab yang sebenarnya harus aku jaga, penyesalanpun datang dimana aku menolak ajakan ayah. Menagis semalaman dan berdoa sepanjang malam. Semoga Tuhan memaafkan aku anak yang durhaka ini.....membuat Ayah kecewa itu bukan tujuanku, aku hanya ingin derita yang ayah alami berakhir.

Empat bulan sudah kepergian ayah...kami selalu menelfon dan menanyakan kabarnya, Alhamdullilah Ayah sudah mulai membaik , ternyata berobat dikampung bisa meringankan sedikit derita ayah selama ini. Aku masih tetap bekerja seperti biasa begitu juga adikku. saling membantu untuk kelanjutan sekolah ke2 adik kami.

Awal November 2003, telfon ayah yang tidak biasa...beliau mengatakan mulai kangen dengan kami dan rasanya ingin pulang. Syukurlah akhirnya Ayah ingin pulang juga dalam hatiku....Ayah minta dijemput oleh kami. Dia sepertinya sudah kangen sekali dengan kami.....rasa bahagia dan penantian kami beberapa bulan akhirnya terjawab kalau akhirnya kami bisa berkumpul lagi dan tidak jadi untuk tetap tinggal dijawa.
Tiket kapan berangkat pun sudah dipesan....pada saat itu sedang puasa jadi jika rencana berjalan lancar makan hari raya kami bisa berkumpul bersama.

Ternyata semua hanya rencana....semua kembali lagi kepada Yang Maha Mengetahui, belum sempat lagi tanggal keberangkatan aku dan Abang untuk menjemput tepatnya jam 3 pagi saat sedang ingin bangun sahur. Telfon dari kampung datang yaitu Adik Ayah kami yang di Solo...mengabarkan kalau Ayah sudah meninggal dunia sekitar jam 2.45....Ayah kelihatan sehat, senyum dan tenang dalam tidur terakhirnya....saat hendak sholat tahajut ayah menghembuskan nafa terakhir.

Membuat aku dan kami semua tidak percaya.....sungguh tidak percaya, tapi semua itu nyata. Ayahku sudah meninggal.... dan esoknya Ayah ikuburkan di Solo tidak jauh dari kuburan Ibunya....menyesal tiada guna ketika itu, menagis sampai darah penghabisan pun tiada guna ketika itu....hanya sesak dada yang selalu tinggal dalam nafas hidupku ini. Dalam setahun ditinggalkan Ibu dan Ayah untuk selama-lamanya. Apa yang akan terjadi dalam jalan hidupku dimasa depan pun aku tidak tau.....rasa ingin berteriak, dan teriak..tidaaaaaaaaaaaaaak mungkiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin.

Jadi tepatnya lebaran tahun 2003 itu adalah sepi...dan sepi sampai kinipun selalu sepi, selalu terbayangkan Ayah dan Ibuku ada...menyambut ketika kami pulang, menanyakan kabar apakah aku baik2 saja atau tidak, mau makan apa dan banyak yang aku impikan seperti tahun2 sebelumnya. Semua itu hanyalah harapan yang tidak mungkin terwujudkan kembali.

Cinta sejati Ayah kepada Ibu yang sampai akhir hayat...Ayah yang sangat menyayangi ibu memilih untuk tinggal bersamanya di sisi Allah. Meskipun kuburan Ayah dan Ibu berjauhan tapi aku yakin diSurga sana mereka berdekatan dan selalu bersama.

Ayah maafkan aku...maafkan aku yang sudah membuat ayah kecewa, tapi aku janji aku akan tetap menjaga adik2ku ...sampai mereka memiliki keluarga dan mandiri...aku akan tetap melihatnya.
Ya Allah tempatkanlah Ayah dan Ibuku disisimu, Jauhkanlah mereka dari siksa kuburMu...Ya Allah.

Sekian....



20 April 2011

Derita Sang Ayah ( Part 3 )

Selain Ayah ...ibu adalah segalanya buat aku, dengan beliau aku bisa berbagi kesedihan , kegembiraan, cerita tentang teman, tentang pria yang aku suka...tentang bagaimana memasak sayur ini dan itu, tengan bagaimana membuat kue yang enak....dan banyak hal yang bisa aku bagikan kepada Ibu dan tidak bisa aku bagikan kepada ayah.

Tapi kejadian ini nyata...ibuku benar2 sudah tidak ada....saat aku tersadar aku langsung mengambil air sembahyang, duduk tepat disebelah ibu membacakan surat yasin..setelah selesai waktunya ibu dimandikan. Karna hari itu benar2 aku yang sedang ditunggu....Ibupun di angkat dan itulah pertama kali aku melihat benar2 di hadapanku orang yang sudah meninggal dunia, dipangkuan kami sampai selesai ibu dimandikan sampai selesai dan kami angkat kembali keruang tengah untuk di khafani.

Air mata yang aku tahan tetap saja ingin menetes...membuat kakakku selalu menegur aku, jangan menagis...jangan menagis, doakan saja ibu supaya lebih tenang, jangan kamu menagis....
Selesai semua...selepas Sholat Zuhur ibuku dimakamkan tidak jauh kurang lebih 2 kilometer. Disitulah rumah terakhir ibuku....kami semua pergi kekuburan kecuali ayahku, tidak kuat dan tidak tahan karna istri tercinta pergi.

Selesai sudah...seperti biasa ada kenduri, tahlilah dan sebagainya.....tapi tidak selesai bagi ayahku, penyakitnya semakin parah dan parah.....kesedihan yang berlarutan membuat ayahku drop dan tidak bisa melakukan apa-apa, makan tidak selera , tidak mau keluar kamar, merasa menyesal setelah kepergian ibu, sampai akhirnya ayahku sakit tenat dan masuk kerumah sakit lagi. Beberapa hari masuk rumah sakit alhamdullilah bisa pulang...tapi kondisi yang tidak begitu pulih 100 %. Dari kesedihan itulah membuat ayah semakin tambah kurus dan sangat kurus...untuk berjalan saja tidak bisa, meskipun sebelumnya sudah begitu tetapi lebih parah setelah di tinggal ibu.....Ayah selalu mengatakan kenapa ibu pergi, kenapa tidak aku saja yang pergi...seolah-olah semua itu gara-gara ia.

Kurang lebih 2 bulan ayah seperti itu....tetapi yang membuat aku tabjub dan tak disangka ayahku mau mengikuti saran kami dan alhamdullilah pengobatan Bapak pintar ini membuat sedikit berkurang, ayah mulai bangkit dan lebih bersemangat...meskipun harus di bantu tetapi ia benar2 bertekat kalau ia harus sembuh demi kami.
Setiap pagi berjemur matahari.....duduk sebentar, jalan sebentar....terlihat ada perubahan yang lumayan. meskipun rasa sakit terkadang datang kembali. Meskipun tidak pulih 100% tapi sudah sangat membantu bagi kami.

Hingga pada pertengahan Juni ayah minta di antar ke kampung halamannya yaitu JaTeng Solo...ayah ingin bertemu keluarganya dan berobat disana, karna menurut saran dari orang pintar di kampung halamannyalah ayah bisa sembuh.
Saat itulah aku mengecewakan Ayah....

14 April 2011

Derita Sang Ayah ( Part 2 )

Ibu yang mulai tak sabar dengan Ayah...disini Ibu benar-benar diuji kesabarannya, kerap kali ayah marah, tak sabar dan selalu saja Ibu menjadi sasaran...
Ayah ingin sekali sakit kepala yang selalu datang tak di rasa olehnya...ia merasa tanggung jawab sebagai kepala keluarga masih banyak yang harus di lakukan jadi Ayah hanya ingin penyakitnya segera sembuh dan pulih seperti sedia kala. Ibu yang selalu berusaha kesana kemari untuk kemudahan dan kesembuhan Ayah. Tapi apalah daya...ibu hanya bisa berusaha dengan apa yang ia bisa lakukan dan selebihnya ibu dan kami hanya berserah kepada yang Maha Pencipta. Meskipun aku tak tega melihatnya bila rasa sakit itu datang.

Tempat kerjaku lumayan jauh jadi hanya sesekali saja aku pulang, ketika aku pulang barulah aku dapat menemani ayah, dari menjaga tidur malam, memijat kaki dan punggung sampai memijat leher. Hal ini tak kenal waktu dilakukan...bila ayah mengerang sakit pada waktu malam maka harus dilakukan malam itu juga. Dan tak jarang ibu selalu keluar malam hanya untuk minta air putih kepada orang pintar agar rasa sakitnya berkurang.

Adikku akhirnya mendapat pekerjaan...karna ia merasa kasihan juga kalau hanya aku yang mencari uang, meskipun ada sedikit tabungan ayah dan ibu itu belum tentu cukup bila sewaktu2 ayah harus masuk rumah sakit lagi.
Tak lama adikku menemani ayah dan ibu dirumah dia pun mendapat pekerjaan sebagai SPG Kosmetik Sary Ayu. Alhamdullilah tempat kerjanya tidak jauh dan gajinya lumayan....disinilah kami berdua saling tolong menolong bahu membahu...dan hubungan kami sebagai kakak adik semakin tambah akrab dengan apa yang kami alamai. Aku tetap bersyukur ketika itu...meskipun derita dan kesedihan selalu datang tapi aku masih diberi adik yang pengertian, ibu yang sangat sabar dan ayah yang begitu kuat dengan penyakitnya..meskipun terkadang aku suka tidak tega bila rasa sakit itu datang menyerang ayah....Ya Tuhan..kapan ini berakhir, aku tak tega Ya Allah..

Jika Ayah kambuh...
Sakit kepala yang tak tertahankan...ayah akan meraung-raung kesakitan, rasa sakit akan hilang dengan perlahan bila kami memijitnya pelah2 dibagian leher belakang. Dengan cara ini ayah bisa sedikit tenang. Meskipun rasa sakit itu tak berkepanjangan dan hanya sebentar tetapi rasa sakit ini sering timbul.
Bila sudah begini semua yang di lakukan ibu salah di mata ayah...maka seringnya ibu dimarahi ayah. Sampai akhirnya kesabaran ibu pun hilang...dan ibu mengatakan

" Kalau begini terus mending aku mati aja , aku tidak tahan Ya Allah..."

Ibu tau Ayah ingin sembuh, tidak mau dikata suami yang tak berguna tetapi ibu ingin Ayah mengerti dengan keadaannya. Hanya dengan sabar, banyak berdoa mungkin akan meringankan apa yang terjadi. Tapi tidak dengan ayah yang mengalaminya....

Sampai akhirnya Ayah menjadi kurus sekali.....penampilan yang dulu gagak badan besar kini hanya kulit pembalut tulang, semua habis dengan penyakitnya. Mata sebelah yang mulai menutup dan kabur, rambut yang mulai berguguran...begitu juga dengan telinga yang mulai tak mendengar.

Hingga pada akhirnya setelah kurang lebih 4 tahun dilalui Ayah...siapa sangka kalau Ibu yang begitu sehat kesana kemari, menjaga ayah siang dan malam, setia menemani meskipun selalu dimarah ayah, tak pernah mengeluh sakit pada anaknya...selalu menanyakan aku kapan akan menikah dan menikah sampailah dimana hari itu anak dari ibu tiri ibu menikah dan hari itu juga ibu masuk rumah sakit , dan ibu pergi meinggalkan kami untuk selama-lamanya. Tepatnya pada tahun 2003 tanggal 8 dibulan maret..aku pernah menceritakannya di sini.

Seluruh warga kampung kaget dan shok bagaimana dengan aku yang mengalaminya....tak dapat berkata dan aku hanya seperti orang bodoh yang tak tau apa2. Pada saat aku ditelfon oleh abang iparku disuruh pulang.

Aku tak curiga sedikitpun pada ibu karna 2 hari sebelum ibu meninggal aku masih sempat bertemu dan membuatkan sayur bayam untuknya. Dalam pikiran jelekku hanyalah ayah yang mungkin terjadi sesuatu.......aku tak tenang, pikiran kosong...spit yang begitu lama sekali datangnya. Dipelabuhan tg pinang aku sudah ditunggu oleh abang iparku...dan sampailah aku dirumah pukul 9 pagi, dirumah sudah banyak sekali orang berkumpul dengan pandangan iba terhadap aku...aku jalan hanya dengan satu tuju dan arah yaitu ruang tengah dimana seseorang sudah terbaring dengan ditutup kain panjang.

Mungkin aku pingsan ketika itu...sampai akhirnya aku tersadar kalau ibu sudah tiada, pergi untuk selamanya. Aku tidak percaya..ibu benar2 pergi, aku tak percaya ibu benar2 meninggalkan aku dan adik2ku...aku tak percaya ibu benar2 sudah pergi. Apa yang akan terjadi dengan aku dan adik2ku tanpa Ibu Ya Allah....

11 April 2011

Derita Sang Ayah ( Part 1 )

Awalnya aku tak bisa menerima ini semua , setelah dokter mengatakan kalau Ayahku terkena Kanker Otak stadium Akhir. Waktu itu segala usaha dicoba... dokter hanya bisa mengatakan sedikit peluang yang ada untuk melakukan operasi karna kanker tersebut sudah menjalar ke daerah mata, telinga dan belakang. Aku dan keluarga hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi....meskipun dokter menyarankan untuk pergi ke S'Pore..tapi apalah daya tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. Sementara pengobatan ini saja sudah menghabiskan beberapa harta milik beliau..dari tanah, kendaraan yang mengharuskan dijual.

Meskipun itu sudah diputuskan, kami tetap melakukan pengobatan hingga kepengobatan kampung, dari singse..orang pintar dan kalau tidak salah sudah 8 orang pintar yang kami coba. Hanya saja pengobatan singse yang bisa dibilang lumayan cocok tetapi ayah yang tak kuat karna keluhan yang ia rasakan sungguh menyiksa kepalanya jika sudah minum obat dari singse tersebut. Sampai akhirnya derita sang Ayah berhenti karna Tuhan menjemput Ayah untuk tinggal disisiNya....yang sebelumnya Tuhan terlebih dahulu memanggil Ibuku.

Kisah ini dimulai...
Waktu itu aku masih sekolah menengah kelas 3....ayah selalu saja mengeluh kepala sakit, tapi rasa sakit itu tak berkelanjutan melainkan sebentar sakit dan sebentar hilang. Menjalani pemeriksaan dan dokter mengatakan tidak apa-apa ini diakibatkan kecelakaan yang pernah dialami.

' Benar Ayah pernah mengalami kecelakaan..pada waktu itu bulan puasa kendaraan ayah di tabrak dari belakang dan menyebabkan kepala ayah luka, juga tulang siku sedikit bergeser...Alhamdullilah Ayahku masih diberi umur yang panjang...menjalani perawatan dan sembuh...mungkin ini penyebabnya kenapa ayah suka sakit kepala.

Aku pun tamat sekolah, dan bisa melanjutkan sampai D1 jurusan Sekretaris Komputer dengan biaya sendiri terselesaikan ( waktu itu aku sambil bekerja pada waktu malam dan siang ambil kursus )...dan tak makan waktu lama begitu Wisuda ..Sertifikat keluar akupun mendapatkan pekerjaan. Aku bekerja dipulau yang lumayan sunyi tapi aku suka suasananya , sementara adikku baru tamat sekolah menengah dan tak menunggu lama juga dia langsung mendapatkan pekerjaan di pulau Batam waktu itu tahun 1998. Jadi aku dan adikku terpisah pulau..sementara kedua adikku lagi Nur dan Joko masih sekolah...Joko yang masih SD dan Nur SMP. Sementara kakak dan abangku sudah berkeluarga mereka mempunyai kehidupannya sendiri.

Aku, adikku, Nur dan Joko ...kami berempat sangat dekat sekali, bisa dibilang saling pengertian dan saling bantu. Tapi yang paling dekat di hatiku adalah adikku Suharti ....kami sangat dekat sekali.
Zaman aku dulu HP sangat jarang dan mahal ...jadi kami bisa berhubungan hanya melalui Wartel ke perusahaan dan bila ingin menanyakan kabar ke rumah, kami melalui telfon rumah tetangga yang baik hati untuk selalu mengantarkan kepada Ayah kami. bila kami melefon ....kebetulan rumah tetangga kami berdekatan.

Enam bulan berlalu...Ayah mulai sakit kembali, sakit hilang dan datang lagi..ini sering terjadi sampai berjalan kira2 2 tahun. Tepatnya tahun 2002 adikku habis kontrak dibatam dan dia memilih untuk pulang kerumah mencoba mencari pekerjaan ditg pinang agar bisa melihat-lihat. Ternyata Tuhan tak menginginkan ia bekerja melainkan harus dirumah untuk tetap menjaga Ayah yang bisa dibilang sudah mulai sedikit parah sakitnya. Dan Ibu yang mulai tak sabar dengan apa yang terjadi.

8 April 2011

Kau Sahabatku

Sosok yang tak pernah aku lupa.....dia selalu menjadi penyemangat dan tersenyum indah kala pagi datang hingga mentari pulang keperaduannya. Dari jauh kau memangil , menjabat tanganku dan mengatakan selama jalan.

Sedikit janji terucap yang membuat aku juga semua wanita akan merasa sangat bahagia sepanjang hari . Tapi sayang kala janji itu tak sesungguhnya di katakan justru kata yang dapat menyakiti hingga membekas sepanjang tahun dan mungkin sepanjang hidup.

Pilihan tepat bagimu...dan kau berhasil untuk ini. Kau membiarkan aku menagis tanpa teman, kau juga membiarkan aku tak berkata sepanjang hari.
Dari semua ini hanya kata maaf yang selalu kau lantunkan bila bertemu. Hingga pada akhirnya aku dapat menerima keputusan itu setelah sekian lama....karna kau adalah sahabatku.

7 April 2011

Cinta, Kekasih, Kegagalan dan Persahabatan

Sering kali Cinta membuat kita menjadi sakit hati.

Sedangkan Kekasih suka membuat kita menjadi lupa diri.

Dan Kegagalan terkadang membuat kita Patah Hati.

Namun Persahabatan akan membuat hidup kita menjadi lebih berarti...

sms nyasar

Setelah di baca dan disimak bisa dibilang SMS tersebut ada benar dan tidak juga, karna tidak semua orang merasa sakit hati atau lupa diri apalagi patah hati dalam Cinta, kekasih dan kegagalan.

Persahabatan yang selalu membuat kita merasa lebih nyaman dan saling pengertian...bener banget

......namun sangat sulit untuk mendapatkan persahabatan yang benar2 mengerti akan hati kita. Karna Sahabat sebenarnya dia akan selalu ada untuk kita baik itu susah, senang sedih dan gembira. Untuk itu jangan hanya mengingat tentang kegagalan , kesedihan atau sakit hati pada diri kita...meskipun kita memalui itu sebaiknya lebih mengingat kepada yang baik, senang dan bahagia.

5 April 2011

Maafkan Aku

Sepertinya Ayah merindukan dan menginginkan aku untuk selalu menyanyikan pujian-pujian yang merdu selesai sholat Magrib, dan sepertinya Ayah juga menginginkan aku untuk selalu membacakan doa untuknya.
Tapi aku menyadari kesalahan itu...karna beberapa hari ini aku tak khusyuk menghadapNya, dan melewatkan moment penting yang seharusnya aku lakukan sehabis Sholat Magrib, meskipun anakku selalu bilang " ibu gak ngaji.

Beberapa hari ini aku absen karna lelah, niat hati melakukannya pada Sholat Malam atau Subuh tapi karna terlalu lelah jadi terlewatkan begitu saja. Semoga saja dalam minggu ini terselesaikan dan aku dapat melakukannya dengan Khusyu kembali membacakan Ayat-ayat Alquran.

Untuk Ayah, kau sudah dua hari ini hadir dalam tidur malamku ....aku rindu sekali ayah, kau menyarankan aku untuk banyak makan buah saja, dan malam berikutnya ayah hanya melihatku tanpa berkata-kata.....apa Ayah tau kalau aku sedang sakit.

Hadirnya Ayah dalam mimpiku , aku ceritakan kepada kakak dan Abang mereka bilang kalau mereka tak pernah mendapat kunjungan Ayah meskipun dalam mimpi. Tapi kenapa Ayah selalu saja hadir dalam mimpiku...apa aku terlalu banyak dosa padaMu Ayah , atau karna aku telah menolak permintaan Ayah dulu. Maafkan aku Ayah seandainya saja dulu aku ikut denganmu mungkin aku bisa menemanimu pada saat-saat hari terakhirmu. Maafkan aku Ayah...maafkan aku.

Kata-kata Ayah selalu aku ingat dan terus terdengar ditelingaku..meskipun sudah 8 tahun terlewatkan tetapi aku masih ingat akan ajakanmu dulu. Ayah begitu mengharapkan aku untuk ikut dengannya tapi aku menolak lantaran pekerjaan dan aku tak menginginkan tinggal di kampung. Dari kami berenam Ayah hanya memilih aku dan Joko tetapi justru kami berdua yang mengecewakan Ayah. Setelah 6 bulan berlalu sudah niatku untuk menjemputmu ketika itu semua hal sudah dipersiapkan tinggal menunggu hari yang pas untuk aku berangkat, tapi Tuhan begitu sayang padamu sehingga aku tak dibenarkan untuk melihatmu yang terakhir kali.

Aku tau...Ayah begitu sayang dengan aku dan Joko sehingga membuat kecemburuan , tapi rasa sayangmu itu justru membuat Ayah menjadi kecewa karna aku. Ayah maafkan aku...maafkan aku. Selalulah hadir dalam mimpiku agar aku dapat mengetahui apakah Ayah baik-baik saja disana.
Untuk Ayah tercinta...semoga Ayah mendapatkan tempat yang baik...karna aku tau Ayah adalah orang hebat dan baik hati selama hidup didunia ini.

**
Sudah 2 malam ini mimpi ketemu Ayah...jika dilihat dia begitu sehat dan tak terlihat murung. Tanda apakah ini??

30 Maret 2011

Suharti

Suharti adalah gadis baik dan sangat penyayang pada Ayah, Ibu , Saudara kandung dan sahabat..karna itu dia selalu saja di cintai dan dikasihi oleh banyak orang baik itu dari kalangan bawah maupun Atas yaitu Allah Maha Pencipta. Suharti yang hari ini genap usianya 30 tahun memiliki 2 permata hati yaitu laki-laki yang berusia 1 tahun 8 bulan dan anak perempuan berusia 4 tahun 4 bulan...serta suami yang tinggi , kurus pekerja keras. Setelah 3 tahun berumah tangga akhirnya Suharti memiliki rumah sendiri dengan ukuran 10x10....yang sekarang sangat nyaman dan asri.

Suharti anak no 4 dari 6 bersaudara...tetapi bisa dibilang dia yang sangat perduli sekali akan keluarganya setelah meninggal kedua orang tuanya. Memiliki kakak pertama dan abang kedua yang bisa dibilang tak begitu perduli kepada nasib ke2 adiknya yang masih sekolah. Tapi Suharti tak pernah mengeluh apalagi meminta belas kasihan...dia hanya akan curhat kepada kakaknya yang no 3. Bisa dibilang Suharti dan kakaknya yang no 3 sangat kompak...bisa dibilang Soulmatenya...mereka berdua berpangku tangan dan saling bergandeng bahu...susah senang dilakukan bersama-sama.
Begitu juga dengan kakaknya ia menggagap Suharti adalah segalanya baginya....apapun masalah yang ia punya selalu dicurhatkan pada Suharti...baik itu hal kecil atau hal besar....benar2 sangat kompak dan cocok sekali. Tak ada yang bisa mengerti akan hal dirinya kecuali Suharti.

Kakaknya itu adalah aku...ya aku, Suharti adalah adikku yang sangat sayang, pengertian..memiliki kasih sayang dan rasa setia kawan yang begitu tinggi...aku tak dapat melupakan apa yang sudah ia lakukan dan berikan kepadaku. Begitu susahnya kehidupan setelah kedua orang tua kami meninggal kami berdualah yang bertungkus lumus untuk membiayai kedua adik kami yg masih sekolah. Banyak cara yang kami lakukan...agar kedua adik kami dapat tamat sekolah...hingga akhinya adik kami tamat sekolah dan kami mendapatkan jodoh dan akhirnya menikah.

Dari 6 bersaudara kami jarak yang dekat aku kelahiran 79 sementara dia kelahiran 81. Aku menikah diusia 26 tahun dan dia menikah diusia 24 tahun...jarak pernikahan kami tak lama hanya berselang 10 bulan...usia anak kami pun tak jauh beda 11 bulan.
Tanggal hari kelahiran kami juga tak jauh aku tanggal 27 sementara adikku tanggal 30 di bulan yang sama tapi di tahun yang berbeda. Dia selalu menjadi yang pertama dalam ucapan selamat ulang tahun dihari lahirku dari remaja hingga hari ini...setelah suamiku.

Aku sangat bersyukur dengan kekompakan dan kecocokan kami selama ini , aku masih ingat waktu kecil2 dulu saat membela dia dari kakak tertuaku, gara-gara membela dia aku berani nyubitin kakakku sampai luka..kalau diingat2. Keakraban kami selama ini ternyata tertular oleh anak2 kami.....Dini dan Sasa yang selalu akrab dan saling merindukan.

Hal yang tak bisa aku lupa akan kebaikan darinya ketika aku akan menikah...semua urusan pernikahanku dialah yang mengaturnya sebagai pengganti kedua orang tua sudah tiada, undangan, makanan, ibu2 rewang , ibu andam bisa dibilang semuanya.....

Begitu juga saat aku melahirkan anak pertama...saat aku benar2 sakit dan harus dirawat berhari-hari dan tak dapat melakukan apa2 selama 1 bulan lebih dialah yang mengurus aku dari makan, minum, bayiku dan semuanya. Saat itu suamiku tak bersama karna bekerja dan aku pulang ketg pinang
.....saat aku tak punya uang , saat aku ada masalah, saat aku sakit, saat aku lemah, saat aku merasa begitu susah, saat aku merasa begitu bahagia, saat aku merasa begitu berlebihan dialah tempat yang aku tuju, dialah tempat pengganti Ibu...begitu juga dengan dia terhadapku. Karna itu hingga hari ini kami masih diberikan jalan terbaik olehNya untuk tetap selalu menjaga kekompakan ini.

Aku selalu memohon dan berdoa semoga kami selalu diberikan kesabaran dan selalu menjadi kedua adik kakak yang akur2 sampai hari tua dan maut memisahkan kami.

Hari ini genap usianya 30 tahun...semoga dia selalu diberi kesehatan, keselamatan, kesabaran, kebahagiaan, kedamaina, dimurahkan rejeki, diberi umur yang panjang..selalu sayang sama keluarga dan saudara serta sehat selalu.

Suharti adikku, Suharti sahabatku, Suharti Soulmateku.....


28 Maret 2011

Aku Bersyukur kepadaMu

Miladku yang ke32...rasa seperti baru kemarin merasakan bermain bersama teman-teman dan kesekolah, dilalui demi hari ..sampia berusia remaja. Hingga bekerja dan memutuskan berkeluarga. Menyatu dengan keluarga pria yang begitu asing bagi diri kita begitu juga sebaliknya...rasanya tak mudah menjalankan itu semua.

Hari ini aku bersyukur kepadaMu dengan atas apa yang telah Engkau berikan untuk aku, Kau begitu pengasih dan penyayang yang telah memberikan Suami yang baik dan sangat sabar...dan kau juga menghadirkan anak kecil manis dan cantik yang selalu ingin kupeluk dan kulindungi. Kau tak berhenti di situ...Kau juga memberikan Ibu Mertua yang sangat sayang kepadaku dan keluargaku.
Tak henti aku bersyukur kepadamu Ya Allah...dengan atas rahmat yang telah kau curahkan dan kau berikan.

Dihari yang penuh indah ini...Kau masih memberikan aku sekali lagi kesempatan untuk tetap menjaga dan memelihara keluargaku...dan aku akan selalu memohon tanpa rasa malu kepadaMu Ya Allah...izinkanlah aku selalu untuk tetap sehat agar aku bisa menjaga anak dan suamiku hingga Kau benar-benar tak percaya lagi padaku Ya Allah.

24 Maret 2011

Hari Terakhir

Ajakan terakhirmu masih terdengar jelas di telingaku,
kau begitu berharap dan meminta,
banyak hal yang kau utarakan,
agar aku dapat mengikuti keinginanmu.

Tapi sayang...semua yang kau ajukan,
tak membuat jawabanku berubah,
melainkan penolakan dan banyak alasan yang aku berikan.

Kau lesu..kau mulai kecewa...namun!
aku melihat ada kasih dan cinta di matamu
hingga kau mengabulkan apa yang aku minta.

Tuhan....mungkin ini jalanmu
seharusnya aku mengikuti apa maunya
seharusnya aku melakukan apa yang diperintahnya
tapi aku lalai...aku acuh dan mengabaikannya.

Hingga hari itupun tiba...
dimana aku dapat merasakan
hari itu adalah hari terakhir ...iya hari terakhirku,
hari terakhirku melihat, memeluk dan memandangnya,

Sampai hari ini aku tak dapat lagi melihatnya.
Dia yang menyayangiku.



Puisi untuk Ayah

23 Maret 2011

Dibalik Jendela

Dibalik jendela pikiranku kosong
melayang tak berujung
Dibalik jendela ..terasa
begitu gelap dan sunyi

Dibalik jendela kulihat diluar sana
indah dan begitu cerah
tak seperti diruangan ini...sepi, sunyi
hanya ada tumpukn-tumpukan buku lama yang mulai usang

Dibalik jendela..aku melihat
kecerahan itu berganti menjadi hujan
hujan yang menguasai, hingga..membasahi

Dibalik jendela yang mulai menatapku
dan mulai menyadari
betapa aku merindu karnaMu

22 Maret 2011

Kau Yang Memilih Aku

cinta tak pernah sesakit ini
cinta tak pernah seperih ini
yang aku minta tulus hatimu
bukan kau curangi aku

rasa yang ada di dalam hati
tangis yang ada saat ku sendiri
inilah akhir kisah cintaku
kisah bersamamu

**
kau yang telah memilih aku
kau juga yang sakiti aku
kau putar cerita sehingga aku yang salah

kau selalu permainkan wanita
kau ciptakan lagu tentang cinta
hingga semua tahu kau makhluk sempurna

mungkinkah semua mereka tahu
saat hatiku luluh kepadamu
kau pergi dengan kisah yang baru
dan ku simpan di ketulusan hati


Penyanyi : Syahrini

18 Maret 2011

Sesuatu yg Tak Disadari

Sesuatu yang terjadi jangan kau jadikan sebuah alasan. Karna sebenarnya alasan itu hanya kita yang menciptakannya.... jadilah untuk tetap memegang janji, jika tak bisa maka katakan, dan jangan kau biarkan seseorang kecewa karna ulahmu.

Kau tak berarti dan aku juga tak berarti...namun tak semestinya kita saling menyakiti...hanya untuk menutupi perasaanmu dan malu karna aku.

Kau hebat tapi perbuatanmu tak sehebat apa yang orang2 katakan untukmu...tapi kau bisa tersenyum meskipun disebalikmu ada yang terluka.

Karna itu, Pekalah untuk sesuatu... hanya kamu yang tau akan jawaban itu.


**

Aku akan memulainya...
mengabarkan dan mengatakan..
karna sesungguhnya , aku tak biasa...
ada seseorang yang menungguku..

17 Maret 2011

Sahabat Jadi Cinta

Yudi dan aku bersahabat sejak kecil...kami selalu bermain bersama dan saling berbagi, kesekolah, jalan-jalan, mengaji.... hingga waktupun berlalu..Yudi dan aku pun tumbuh menjadi dewasa....Yudi lebih tua 1 tahun dari aku, dia tak pandai hingga ia harus mengulang satu tahun disekolah . Akhirnya kami menjadi satu anggkatan...meskipun begitu keberuntunagan selalu di pihaknya...meskipun dia murid tak pandai dan selalu paling akhir tetapi dia tidak pernah tinggal kelas sewaktu di SMP sampai lah lulus sekolah...lulusan Nim paling terbawah pada angkatan aku saat itu.

Masa SMP adalah masa puber bagi anak2 sekolah dimana seorang pria akan menyukai wanita begitu juga sebaliknya....hingga pada akhirnya dia mulai menyukai aku . Awalnya aku tidak begitu menanggapi karna menurutku bersahabat itu lebih baik dari pada menjalin suatu hubungan khusus...tapi lama kelamaan akhirnya kamipun dekat dan bisa dibilang berpacaran, ketika itu kami duduk dikelas 2 smp...dialah cinta pertamaku , Meskipun dibilang kami berpacaran tapi gaya kami tetap seperti sahabatan.....hanya sebagian teman dekat kami saja yang mengetahuinya.

Yudi sangat baik dan perhatian...meskipun aku selalu dibuat menagis karnanya.... , tetapi hal itu hanya sebentar karna bisa dibilang aku memiliki sifat pemaaf dan sangat sabar. Setahun berlalu dimana kami lulus sekolah saat itu, Yudi tak melanjutkan sekolah dikarenakan ia tak mampu lagi untuk belajar..meskipun ia menginginkan tetapi ia tak sanggup untuk berpikir masalah pelajaran sekolah. Hingga pada saat itu Yudi hanya menjalani Praktek Kerja Lapangan selama 8 bulan sementara aku melanjutkan sekolah di SMKK jurusan Tata Busana.

Ternyata kedekatan kami hanya berjalan 1 tahun ..sesuatu hal terjadi sehingga kami harus berpisah, aku harus menderita karna mendapat pukulan sekali dari Ayah malam itu. Malam itu pada saat aku dan Yudi sedang berbicara masalah teman aku yang berpacaran dengan abangnya yang tidak disukai oleh ibunya.....( kejadian malam itu kami berpisah tanpa kata-kata, karna dia sangat takut pada ayah dan yakin kalau ayah tak suka padanya.....padahal sebenarnya ayah hanya tak menginginkan aku pacaran saat sekolah atau berduaan pada malam hari....waktu itu kejadiannya di depan rumah ).

Tamat dari PKL Yudi bekerja di luar kota...aku hanya berharap suatu hari kami akan dipertemukan kembali, ternyata benar...Yudi yang sebenarnya mungkin masih sayang memberikan dimana alamatnya bekerja..., saat itu kami berkomunikasi menggunakan surat...tapi hal itu tak bertahan lama, Yudi dengan begitu saja tak mengirimkan kembali kabar apapun ...hinggalah kedekatan kami dan persahabatan kami menjadi berjarak...bisa dibilang aku tak lagi berteman dengannya.

Namun tak bisa menolak kehadirannya pada suatu hari , aku selalu menyambutnya dengan kondisi tak terjadi apa2 dalam hati...Dua tahun berlalu tanpa aku harus memikirkan kembali..meskipun sebenarnya selalu terlintar dalam pikiran, tapi dengan cepat menepisnya...sahabat-sahabatku yang selalu dan memberi Info apa yang terjadi pada Yudi.....aku menerima dan mendegarkan, merasa bahagia karna orang yang pernah mengisi hatiku dan dia juga sahabatku dan akan selalu tetap menjadi sahabatku...yang saat itu dapat bahagia dengan seseorang. Aku berusaha untuk tetap menjadi sahabat yang baik..hingga suatu hari ia jujur dengan kata hatinya yang pernah menyakiti aku dan memiliki kekasih baru...( berusaha kuat adalah hal yang terbaik saat itu ). Akhirnya kami tak memiliki rasa salah paham dan kami menjadi dekat kembali menskipun tak dapat bercanda seperti masa kanak-kanak dan menjadi sahabat.

Teman-temanku selalu bilang...carilah pacarmu, mungkin akan bisa menemanimu di hari-hari yang baik...meskipun sulit aku harus mencobanya berusaha untuk tetap kalau itu adalah masalah yang tak perlu di pikirkan karna lebih baik konsentrasi pada sekolah saja ( kata orang benar cinta pertama sulit di hapuskan meskipun hanya dapat bertahan sebentar namun sudah berhasil meninggalkan kesan yang mendalam...itu benar ).

Hari, bulan , tahun pun berganti.....waktu itu aku sedang menjalankan PKL selama 3 bulan di PT jamsostek, kebetulan ketika itu aku melanjutkan D1 untuk sekretaris komputer..( maklumlah pengen mendapatkan pekerjaan enak ). Disini aku mulai dekat kembali padanya, dia selalu saja mengantarkan aku bekerja dan menjemput aku pulang ...karna kebetulan saat itu jalan yang kami tempuh searah....dia tidak lagi bekerja di luar kota melainkan mendapatkan pekerjaan bagus di Wisma Riau dengan membeli Ijazah SMA. Bisa dibilang senang juga tapi ada rasa khawatir juga karna aku takut kalau2 hubungan dia dengan Ayu. Ayu adalah pacarnya yang bekerja sebagai SPG Kosmetik Sari Ayu. Dia selalu cerita tentang masalahnya dan aku hanya mendengarkan....bisa dibilang aku dapat menerimanya kembali menjadi sahabat...akhirnya kami saling curhat.

Selesai D1 aku mendapatkan pekerjaan jauh dari tempat aku tinggal...dikota sunyi yang kecil, hanya ramai oleh para pekerja. Hampir setiap bulan aku pulang terkadang 1 bulan 2 atau 3 kali untuk melihat keadaan orang tuaku..yang kebetulan Ayahku sedang tidak sehat. Tak lama aku di kota ini Yudi ingin aku mengisi hari2nya yang sepertinya penuh dengan masalah ...setelah sekian lama berpacaran akhirnya ia berpisah dengan Ayu. Aku gak tau ..apakah gembira atau tidak namun aku tak dapat menolaknya...dia selalu berkunjung dan mengantarku.

Hingga 6 bulan berlalu , aku masih ingat apa yang ia katakan ketika mengantar aku di pelabuhan Sri Bintan..dia mengatakan akan menjadikan aku sebagai pendamping hidupnya, tunggulah untuk 2 tahun karna dalam waktu itu rumahnya akan selesai dan aku juga dia cukup untuk menabung dan menjalani hidup sederhana digubuk terletak dikebunnya. Rasa bahagia yang tak dapat aku katakan aku hanya berharap kalau ini bukanlah mimpi.....namun ada rasa yang tak dapat aku katakan karna sepertinya terjadi sesuatu yang tak bisa ia katakan. Sampai akhirnya aku mendapat kabar dari temanku kalau Yudi akan menikah dengan Ayu....kaget dan tak tau harus berkata apa, aku hanya menginginkan ia mengatakannya padaku. Kutunggu berita darinya namun tak kunjung juga sampai akhirnya Ibuku sendiri yang mengatakannya....dan Ibunya datang kerumah mengatakan penyesalan yang tak terhingga.

Akhirnya siang itu aku mendapat telfon darinya tepat jam 12.30 waktu makan siang...sambil menangis ia mengatakan kalau ia akan menikah karna Ayu yang sudah hamil 3 bulan ( Innallilahi..ya Allah apa yang terjadi ), meskipun ia menangis dan meminta maaf namun aku tak dapat berkata apa2. Sampai akhirnya ia mendatangiku dan memohon agar aku tetap harus menjadi sahabatnya.

Tak banyak yang aku katakan...mulai dari itu aku tak lagi berhubungan dengannya.....apalagi mengetahui kabarnya, di hari pernikahannyapun aku tak datang meskipun abangnya telah memohon. Seorang teman yang selalu mengatakan kabarnya kalau ia sudah tidak di anggap lagi oleh keluarganya karna Ayu...ia hanya bilang kalau itu bukan anaknya namun karna ancaman dari Abang Ayu makanya ia harus menikah dengan Ayu. Aku sempar berpikiran jahat pernah terlintas didalam hati untuk merusak keluarganya dan agar ia bercerai dengan Ayu...namun karna kondisi Deva anaknya Ayu lahir sakit makanya ia tak tega untuk meninggalkannya. Dari situ ia dan aku menyadari kalau keegoisan tidaklah menyelesaikan sebuah masalah...jalan yang harus ia lakukan adalah bagaimana agar keluarganya dapat menerima ia kembali.

Hingga waktu berlalu 3 tahun kemudian....meskipun sebelumnya ia selalu saja berusaha untuk berjumpa karna dia merasa bersalah atas kesalahannya, dan aku selalu saja mengatakan tak akan menikah bila bukan ia yang melamarnya...meskipun hanya gurauan Yudi selalu menangapinya dengan serius. Akhirnya aku punya pacar....Yudi pernah mendatangiku ke dormitory hanya ingin curhat dan menanyakan kabar...saat itu Ayu kerja masuk jam 4 dan pulang jam 10...sementara pacarku bekerja di Batam. Bila bertemu kami selalu curhat tentang pasangan masing2....meskipun nasibku tak beruntung kembali...harus berpisah setelah menjalin selama kurang lebih 4 tahun. Hubungan yang tak berujung yang dijalin dengan sia-sia. Yudi selalu merasa bersalah kembali.....

Dan pada akhinrya aku harus menikah meskipun bukan dengan pria yang sering aku ceritakan padanya. Awalnya dia sedikit kaget dan merasa bersalah...namun ia meninggalkan pesan pada Suamiku untuk selalu menjaga dan mengasihi aku karna aku adalah anak baik....( permintaan konyol yang keluar dari mulutnya pada saat hari pernikahanku....dia minta cium ), saat itu my hubby tak tau siapa dia dan my hubby hanya bilang siapa itu dek.....teman kataku, dia datang bersama istri dan sampai sekarangpun ia selalu saja mencari kesempatan untuk tetap menjadi sahabatku yang paling baik dan tak pernah aku benci.

Meskipun aku selalu saja berusaha untuk menghidar bila bertemu tetapi ia tetap akan berusaha menjumpai aku duluan dan menanyakan " bagaimana kabarnya ", bila bertemu. Pertama kali istrinya menghampiriku dan menjadikan aku sebagai teman bukan saingan yaitu pada saat aku mempunyai anak, pada saat itu aku baru memyelesaikan cuti selama 3 bulan di kampung dan akan pulang ke istanaku yaitu rumah tercintaku yang jauh dimato....Dia memberikan beberapa baju untuk Dini , Deva saat itu berusia 5 tahun dia sayang sama dini karna dia pengen punya adek perempuan...

Sangat sulit bagi perasaanku untuk menerima mereka menjadi sahabatku kembali...namun keuletan dan kesabaran dia menghadapi orang2 yang pernah membencinya aku jadi tak tega, setelah bertahun-tahun dendam dan kebencian yang aku pendam akhirnya dapat meluluhkan aku karna seseorang yaitu keluargaku baruku...merekalah yang kini menjadi inspirasi dan penyemangat dimasa akan datang.
My Hubby mengatakan kalau itu hanya masa lalu yang mungkin tak berjodoh....pelihara persahabatan itu lebih baik dari pada kebencian.

11 Maret 2011

Kelahiran Anak Pertama

Hari ini perutku sakit sekali..benar2 sakit teman, ini semua gara2 tamu yang tak diundang datang kembali sehingga membuat tersiksa perutku. Bagaimanpun tetep harus bertahan....Aja..aja.


Teringat akan 5 tahun yang lalu disaat malam itu..tepatnya jam 8 malam, perutku terasa sakit...sebentar datang ... sebentar hilang. Aku sendiri ketika itu, suami belum pulang kerja hingga kira2 jam 9 malam lewat suamiku baru pulang..dan aku dibawa periksa ke Bidan terdekat dimana aku selalu memeriksakan kandunganku saat itu.

Dan ternyata tensiku naik dan aku dirujuk ke Puskesmas tepat jam 11 malam aku tiba disana, seorang Dokter Ahli kandungan yang menangani aku saat itu ( Dokter Didi namanya )......sampai disana diperiksa, USG dan diberi obat....menurut Dokter aku hanya sakit2 biasa karna tidak ada tanda-tanda seperti ketuban pecah atau bukaan gitu kalau gak salah..., hanya sedikit pendarahan yang tidak membahayakan, saya kontraksi, bayi cari jalan begitulah ceritanya ...Tapi dokter menyarankan aku untuk tetap menginap di Puskesma untuk menunggu sampai jam 3 an..kalau tidak ada apa2 berarti saya hanya sakit-sakit biasa.

Maklumlah anak pertama sementara ibu mertuaku hanya punya anak satu dan dia juga lupa...dan saat itu bisa dibilang aku belum ada persiapan sama sekali bener2 belum ada , karna menurut orang-orang tua kalau usia kandungan belum masuk 7 bulan gak boleh beli apa2

Sebelum malam itu...3 hari lewat aku baru saja dari tg pinang untuk 7 bulan dan kakakku menyarankan untuk membawa segala sesuatunya dari sana...semua sudah dipersiapkan oleh kakaku karna ketika kakakku hamil anak ke3 itu di USG anaknya perempuan jadi dia membeli semua peralatan baru dan warnanya pink semua...tapi tuhan punya rencana lain, anak yang dilahirkan laki-laki lagi, jadi semua yang dibelinya itu tidak dipakai melainkan untuk aku..., saat itu aku hanya bilang nanti ajalah bulan depan biar dijemput sama Mas Adi..kalau sekarang berat mau dibawa....ya sudah kata kakakku.

Kembali pada malam itu...waktu itu jam 12 malam sakit perut yang tak tertahankan olehku...dokterpun memeriksa kembali dan aku merasa kalau aku bakal melahirkan malam itu ternyata benar...tidak sampai jam 3 yang diperkirakan dokter...tepat pukul 1.45 bayi mungil lahir kedunia dari rahimku..bayi sehat yang tidak kurang satu apapun. Alhamdullilah....aku gak tau apa yang terjadi yang aku tau malam itu ibu mertuaku sangat khawatir dan cemas begitu juga dgn suamiku...Sementara aku pendarahan hebat yang membuat aku pingsan beberapa kali dan harus dirawat selama 1 minggu..

Menghabiskan Infus 12 botol dan infus penambah darah 6 botol..HB terakhir 6...bener2 teler..kalau inget dulu waktu melahirkan rasanya gak mau punya anak lagi, tapi kata orang semua bawaan anak itu beda-beda....Amin semoga saja.


Penderitaanku tidak sampai disitu..sementara aku masih dalam perawatan anakku pun sakit ketika umur 2 hari dia tidak bisa menagis, minum susu dan suaranya bisa dibilang hampir hilang..ternyata terdapat tumbuh jamur dimulutnya...anakku pun mendapatkan perawatan kembali.....ananku lahir pada usia kandungan 7 bulan 12 hari pada tanggal 11 Maret 2006...dengan kulit yang berkerut, merah dan kecil...tapi dia panjang 51 cm...Dan kami beri nama Marsya Putri Adini...sebenarnya nama ini juga dadakan Marsya yang artinya penghijauan, Putri itu karna dia anak wanita yang cantik, dan Adini itu nama dari ayah dan ibunya.

Setelah 1 minggu akhirnya aku bisa keluar juga dari Puskesmas dan langsung ke tg pinang untuk perawatan jalan...karna kondisi aku yang tidak memungkinkan untuk tinggal dirumah bersama suami yang pastinya akan ditinggal bekerja setiap hari. Ini adalah pengalamanku yang harus aku ingat....pengalaman yang semoga saja tidak terulang pada anak ke2.

**

Segala sesuatu yang ada pada diri kita tidak boleh diabaikan, melainkan kita harus tetap waspada dan sedikit mengambil tindakan...seperti persiapan segala sesuatu meskipun sedikit. Karna kita tidak tau akan rencana tuhan seperti apa.

2 Maret 2011

Sunyi

Kesunyian ini begitu hening,
tanpa suara apalagi keributan,
meskipun sesekali terdengar,
Tapi...
tetap saja sunyi..

Kesunyian ini begitu indah,
tanpa suara tapi menyejukkan,
meskipun sesekali,
Tapi...
Aku menyukainya

Kesunyian dan kesendirian,
sering dialami oleh kita...
kesunyian yang diinginkan,
kesendirian yang dibutuhkan.

28 Februari 2011

Membiasakan Kembali

Bisa karna terbiasa, tidak bisa karna tidak biasa....

Mulai besok aku akan membiasakan kembali...kesendirian tanpa teman bicara dan curhat. Meskipun dia aneh tapi dia baik...
meskipun kata-kata bicaranya suka ngawur tapi dia baik..
meskipun apa yang dilakukan terkadang salah tapi dia baik..
Karna itu aku harus dapat membiasakan kembali hari-hari ini tanpa kehadirannya, meskipun dia terkadang mengesalkan namun dia juga menyenagkan.

Dia adalah sahabat aku yang aku kenal hampir 1 tahun ini, banyak yang mengata kalau dia itu sombong dan aneh tapi wajar jika ia sombong...karna dia emang pintar.
Dan jika ia aneh juga wajar ..karna dia emang sedikit beda dari yang lain..yang kata teman2nya jika orang pada tidur sementara dia gak tidur, dan jika temen2nya pada nonton atau ngobrol kumpul2 gitu dia malah pilih tidur.

Tapi meskipun begitu dia tetap baik dan lucu karna aku tau, sifat manusia itukan berbeda dan tidak semua teman atau apa yang ada disekitar kita bisa sama seleranya dgn kita dan kita juga tidak dapat memaksakan kehendak.

Kita ibarat boneka....dipindahkan kesana kemari oleh tuannya.
Tanpa sadar dan kita ketahui..
Semua itu berjalan dari hari kehari, hingga bulan dan tahun .....
Dimana pada akhinya kita akan terpisahkan oleh permainan yang kita tidak tau akhirnya...

Apakah berpisah untuk selama-lamanya,
atau berpisah untuk sesaat.....
Yang pasti jangan pernah untuk tetap berdoa dan bersyukur.


24 Februari 2011

Hanya Mimpi

Begitu ceparkah waktu berlalu,
baru memulai dan sudah akan berakhir kembali.

Cuaca yang begitu indah,
angin, udara.... gemericik air,
seakan nyata kehadiranmu.. di hadapanku.
berdiri dan menyapa....namun
pada saat aku menoleh
menyadari sesaat dan terbangun..... kalau ini hanyalah mimpi.

memang sebagusnya ini hanyalah mimpi,
sebuah mimpi yang tidak pernah menyakiti.