15 September 2011

Bingung

Perasaan takut yang selalu hadir ...bagaimana bila aku benar-benar menjalankannya. Siapa yang akan menjaga anakku, bagaimana sekolahnya. Rasanya aku tak siap...tapi bila aku selalu menundanya, meskipun aku tau bahwa hal ini tidak akan bagus untuk diriku.

Ibu....bantu aku, apa yang harus aku lakukan, apakah aku harus kuat sepertimu atau bagaimana. Karna aku masih dalam keadaan yang serba bingung....banyak hal yang aku pikirkan bila aku maju kedepan.

Keputusan mereka tidak sama...yang A mengatakan ini dan yang B mengatakan itu, jadi aku harus mendatangi yang C. Nah...mendatangi yang C ini butuh keberanian dan kesiapan untuk aku pribadi. Karna aku takut untuk mendengar keputusan yang benar-benar diluar dugaanku..

Ayah! bantu aku. Apakah aku harus sepertimu, ingin cepat terus menuju pada tujuannya. Jika iya tapi aku belum siap dan tak bisa.

Bingung dan dilema....

7 September 2011

Maaf! Aku Telat

Ibu...maaf aku telat datang berziarah ketika itu. Sebenarnya aku ingin sekali pada saat awal puasa atau menjelang esok lebaran aku mengunjungimu dahulu seperti mereka. Hanya saja rumahku jauh....

Tapi meskipun jauh aku dan keluarga tidak akan pernah lupa untuk menyempatkan diri mengunjungi tempat peristrirahatan terakhir ibu. Jadi ibu jangan marah bila aku telat datangnya....meskipun aku telat tapi aku tidak akan pernah telat untuk selalu mendoakan ibu dan ayah. Agar ibu selalu bersama-sama dengan ayah di surga sana....

Ibu...cucumu bilang, kenapa rumah nenek disini...dan kenapa nenek tidak bisa menyalami Dini........( hmm cucu yang lugu dan mengemaskan sekarang sudah pintar bertanya ).

25 Agustus 2011

Ya Allah

Ya Allah...
Hanya kepadaMu aku meminta
Hanya kepadaMu juga aku memohon

Ya Allah...
Untuk yang kesekian kalinya aku selalu begini
Meminta dan memohon,
Sebenarnya aku malu.....' tapi?
Hanya ini yang bisa aku lakukan bila menghadapMu

Ya Allah...
Berikanlah kesehatan kepada kakakku
Jangan biarkan ia sakit berkepanjangan
Dialah pengganti Ibu setelah tiada
Jangan Kau berikan sesuatu diluar kemampuan kami...Ya Allah

Ya Allah...
Berikanlah kesembuhan kepada kakaku
Jangan biarkan ia sakit terlalu lama
Dialah tempat kami dan anak-anaknya mengadu
Sesungguhnya aku tau, Engkau sangat sayang pada kami

***
Kakak, Tuhan sangat sayang sama kakak dan kita semua...mungkin ini satu teguran untuk kita selalu mendekatkan diri padaNya.
Kita diberi sakit untuk selalu mengingat pada diri kita bahwa sesungguhnya Tuhan masih memperhatikan kita.

Kakak, aku selalu mendoakan ...semoga kakak cepat sembuh dan bisa kembali seperti sedia kala...banyak yang masih butuh perhatian dan kasih sayangmu.
Masih banyak lagi hal-hal yang mungkin kakak belum selesaikan....untuk itu tetap kuat dan kuatlah, pasti Allah mendengar do'a kita...Amin.

Doa'ku selalu menyertaimu......



16 Agustus 2011

Bangun Kesiangan

Gara-gara cuaca yang sangat mendukung sekali untuk tidur pulas , akhirnya setelah pulang dari taraweh benah-benah sebentar untuk keperluan sahur langsung tidur. Kayaknya gak menunggu lama untuk aku bisa nyenyak tidur malam tadi.

Seperti biasa alaram distel jam 3...., tapi itulah ya...
Akibat sebentar...sebentar dan gak langsung bangun jadinya ke bablasannn gak bangun, jadi intinya hari ini aku gak kebangun sahur karna bangun kesiangan. Begitu terbangun lihat jam udah jam 4.20 ternyata setelah di lihat kembali ternyata jam 5.20...bener..bener...deh.

Jadi hari ini anakku bolong puasanya...maaf ya nak ibu kesiangan, untuk ayah juga maaf ya yah...tapi ayah harus kuat gak boleh ikutan gak puasa kayak Dini.

*
Jangan biasakan mengulur waktu yang sudah ditetapkan, karna bila kita mengulut waktu tersebut dan kita lengah maka kita tidak mendapatkan keuntungan yang baik pula..contohnya kayak saya.
Jadi jangan ikuti saya ya...

Selamat menjalankan ibadah berpuasa....

8 Agustus 2011

Rindu Yang Tak Pernah Hilang

Rindu yang tak pernah hilang datang untuk kesekian kalinya, dimana aku tak dapat melihat pusaramu kembali. Tapi aku selalu berdoa semoga aku masih diberi kesempatan dan umur yang panjang, agar aku bisa mengunjungi pusaramu kembali disana.
Kini pusaramu yang hanya bisa kulihat di layar hp setiap aku merindukanmu....itu sudah mengobati rasa rindu kami.

Ayah.... tau? hari ini adalah puasa yang ke 8 ...dimana 8 tahun yang lalu kabar itu datang kepada kami. Saat kami sedang menjalankan ibadah puasa yang ke 8 hari, saat itu yang aku tak merasakan apa-apa. Tiba-tiba kabar yang mengejutkan datang kepada kami....kalau Ayah benar-benar pergi untuk selamanya.

Meskipun aku sedih dan kehilangan ketika itu , tapi aku juga bersyukur dan berterima kasih kepadaNya....karna Ayah tak akan menderita lagi didunia ini, menderita dengan penyakit ayah yang sudah sekian tahun.
Aku tau...ayah ingin sembuh, ingin mendampingi kami sampai kapan pun....tapi Tuhan punya rencana dan kesembuhan itu juga tak mungkin terjadi pada diri ayah. Ayah iklas...kamipun iklas menghadapinya.

Kini Ayah sudah tenang, bisa bertemu ibu dan bisa melihat kami yang hidup dengan baik-baik. Meskipun puasa dan lebaran tahun ini tak bersama kalian lagi dengan nyata tapi kalian selalu ada dalam hati dan kehidupan kami....dimanapun itu.

Ayah...sampaikan salamku pada Ibu....dan katakan padanya kalau kami semua dalam keadaan baik-baik saja. Aku yang selalu menyanyangi ayah, dan akan terus berdoa untuk Kalian.....terimakasih untuk semuanya Ayah.


4 Agustus 2011

Dua Telinga Hanya Hiasan

Kita diberi mulut untuk berbicara yang baik-baik dan jangan sekali-kali gunakan mulut untuk hal yang tak baik, karna pepatah mengatakan mulutmu adalah harimaumu.
Begitu juga telinga...kedua telingga di berikan oleh tuhan untuk kita gunakan sebagai alat mendengar dan tentunya mendengar hal-hal yang baik juga. Hindarilah pendengaran yang kurang baik karna mungkin akan menyesatkan pada diri kita sendiri.

Tapi diperbolehkan untuk mendengar hal-hal yang mencurigakan.....misalnya tengah malam ada bunyi2 disekeliling rumah ya sapa tau pencuri atau apalah itu.

Tapi mengapa kedua telinga itu hanya untuk hiasan saja, sabar...sabar. Kita di haruskan untuk selalu sabar dan iklas tapi bagaiman bisa bila sesuatu hal yang selalu saja diulang-ulang membuat kepala mendidih dan rasa hati ini dongkol sekali.

Kesabaran manusia itu ada batasnya....bagaimanapun itu tetep kudu sabar tapi bagaimana bila kesabaran itu hampir habis. Saat ini mungkin aku hanya bisa mengelus dadaku berulang-ulang dengan berkata sabar-sabar.


27 Juli 2011

Ibu, Indomie dan Bulan Ramadhan

Setiap bulan puasa Ramadhan ibu tidak pernah absen memberikan masakan Indomie kuah yang rasa ayam bawang pada saat sahur. Hmmm harumnya dan enaknya bila dipasangkan dengan telur dadar yang masih hangat.

Tapi sejak berkeluarga...tak pernah lagi aku memasak Indomie pada saat sahur. Disamping suami gak suka, juga bikin rasa haus kalau waktu siang. Jadi kangen makan indomie buatan ibu saat sahur...

Ini ceritaku ..apa ceritamu.


***

Untuk sahabat semua selamat menyambut Bulan Suci Ramadhan 1432H, dan selamat menjalankan Ibadah Puasa. Semoga puasa kita di tahun ini dapat berjalan dengan baik dan kita semua bisa kembali suci.

Minal Aidin WalFaizin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Dari kami sekeluarga.

26 Juli 2011

Dia

Dia..
Yang tak mungkin dilupakan
Pada hati , ingatan dan rasaku
Meskipun terasa tak begitu dekat
Tapi, sudah menjadi satu dalam bayangan.

Dia..
Yang tak akan melupakan
Pada rasa, kenangan dan kebaikan
Meskipun terasa sudah begitu dekat
Tapi, tak bisa membuatnya bertemu

Dia..
Hanya ilusi dalam ingatan semata
Hati dan rasa yang tak bisa tersatukan
karna...
Dia sudah begitu menyakitkan

Dia..
Dimana itu...keadaan itu...
tak akan bisa mampu
membuat...
Dia menjadi satu dalam kehidupan ini.

21 Juli 2011

Ketulusan Palsu

Kau datang dan kita berbicara bersama,
Tapi!...

Mengapa kau lebih memilih pergi,
pergi untuk tidak bersama lagi.

Seharusnya aku sadar,
Tapi!...

Mengapa aku tak menyadarinya,
menyadari akan ketulusanmu yang palsu.

19 Juli 2011

" Poetry Hujan :Setetes Air Mata

Kesabaran yang selalu ada pada dirimu,..
Rasa laparmu selalu kau tutupi demi anak-anakmu,
kau begitu tulus dan mencintai,
rasa cinta dan sayang selalu kau hadirkan.

Aku selalu membayangkan,
bagaimana wajah kebahagiaanmu,
wajah tawamu, wajah senyummu,
Dan wajah hari tuamu.

Hatiku teriris, begitu sakit dan perih.

Ibu.... jangan kau jatuhkan untukku,
sesuatu yang mahal pada dirimu,
meskipun hanya setetes Air Mata,
akan menjadikan beribu-ribu tetesan hujan,
karna tetesan hujan itu,
akan membuat anakmu menyesal seumur hidup Ibu!.

Tapi ! " Mengapa Tuhan.

dimasa aku bisa memberi,
dimasa aku dapat membahagiakannya,
Engkau memanggilnya,
Engkau membawanya.

Membawa Ibu untuk tinggal disisiMu.
Dan , tak akan pernah kembali padaku lagi.

Puisi ini diikutsertakan pada Kuis " Poetry Hujan " yang diselenggarakan
oleh
Bang Aswi dan Putri Amirilis

Izinkan Aku

Ya Allah ...akhirnya semua telah terselesaikan dengan baik, baik itu janjiku pada anak, kegiatanku di Dasa Wisma dan beberapa hutang kunjungan sudah berjalan lancar dan alhamdullilah terselesaikan sudah.

Terima kasih Ya Allah, karna Engkau telah memberikan aku kesehatan hingga hari ini dan mengizinkan aku untuk tetap melakukan kegiatanku sesuai dengan rencana dan jadwal yang sudah aku buat sendiri.....Aku akan selalu berterima kasih padaMu dan akan selalu bersyukur padaMU dengan atas apa yang telah Engkau berikan padaku dan keluargaku...Amin.

Meskipun aku tak pantas untuk selalu meminta padaMu, tapi kumohon padaMu izinkan aku untuk dapat melakukan dengan baik agar aku bisa menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan yang tinggal menghitung hari.....agar aku bisa menjalankan amanah sebagai Istri dan Ibu yang baik untuk keluargaku...menyediakan mereka makan sahur, berbuka, makan bersama, sholat berjamaah dan menyediakan makanan-makanan kecil untuk anakku.

Ya Allah,.....hanya kepadaMu aku memohon dan hanya kepadaMu aku meminta. Maafkan aku jika aku hamba yang hanya bisa meminta tanpa pernah memberi.

13 Juli 2011

Cerita Sahabat

Apakah ini Balasan.

Saat itu aku hanya bisa mendengarkan apa yang ia katakan....setelah lama mendengar apa yang menjadi keluh kesahnya aku menyadari betapa kasihannya ia. Sendiri tanpa teman dekat dan pendamping hidup.

Waktu berlalu begitu cepat antara ia dan kekasihnya dulu ternyata tidak mudah untuk dilupakan begitu saja. Meskipun sudah banyak waktu terisi dengan bermacam-macam kegiatan tetapi masih saja ia mengingat seseorang.

Ingin sekali aku menghiburnya....seperti aku menghibur hatiku. Tapi apalah daya, aku juga lemah...tak banyak yang bisa aku berikan dan katakan untuknya.

Dari hati kecilku yang bisa aku katakan ...mungkin ketika itu ia begitu egois, membiarkan apa yang sudah menjadi rencana terlupakan begitu saja sehingga kekasihnya merasa tidak di hargai. Atau mungkin ini balasan atas perbuatannya ketika dulu.... Tapi aku tak bisa mengatakan itu karna aku tak ingin membuat temanku terluka.

27 Juni 2011

Jauhkah ia

Hati kecilku mengatakan.....kalau hari ini aku sedang kesal dan kecewa, tapi entah kepada siapa itu.
Apakah pada rumput yang bergoyang atau kepada manusia.

Ya Allah tenangkanlah hatiku..jauhkan ia dari perasangka buruk, jauhkan ia dari memfitnah.

14 Juni 2011

Ayah Maafkan Aku

Ayah....maafkan aku , sudah beberapa bulan ini aku tidak pulang, kurang lebih 4 bulan....tidak pulangnya aku bukan karna aku malas atau aku tak ingin melihat kabar mereka tetapi aku benar-benar sibuk Ayah. Disamping bekerja..kegiatan cucumu juga sudah lumayan padat....ditambah lagi cucumu itu tidak boleh terlalu lelah, karna jika kelelahan saja ia akan sakit.

Karna itu aku menunggu waktunya liburan sekolah......dengan liburnya sekolah maka cucumu akan lebih lama bermain dengan saudara-saudaranya nanti, sehingga kami tidak perlu buru-buru pulang kerumah kami jika liburan.
Dan aku memilih libur sekolah karna cucumu juga akan libur dari mengaji, sayangkan kalau harus absen dari mengajinya.

Ayah...cucumu sekarang sudah besar...cantik, manis dan gemesin....umurnya sekarang 5 tahun 3 bulan. Dia sudah pandai mengeja, menulis, mewarnai dengan baik dan berani tampil didepan orang banyak. Dia juga tidak merasa malu jika ada tanya jawab ditempat mengajinya karna itu ia sudah 2 kali mendapat hadiah dari tanya jawab tersebut.

Ayah..doakan aku ya..semoga aku bisa menjadi ibu yang baik dan dapat menjaga cucumu itu dengan pendidikan yang seharunya, menjadi anak yang sholeh dan berkati pada kedua orang tuanya kelak. Dan insyaallah bulan depan pada saat libur sekolah aku akan pulang untuk bertemu dengan saudara-saudaraku.

Ayah...baik-baiklah diSana , salam sayang dan kangenku pada Ibu....

1 Juni 2011

Iklas dan Sabar Bersaudara

Hidup ini penuh dengan suka dan duka, sedih dan gembira, bahagia dan sengsara, menagis dan tertawa, tersenyum bahagia dan tersenyum terpaksa...dan masih banyak lagi bila kita ingin menulisnya.

Untuk itu....kenanglah dan simpanlah apa yang sudah menjadi suka dan duka dalam kehidupan kita, baik itu kehidupan kita yang lalu maupun kehidupan yang baru kita alami. Karna semua hal dalam kehidupan kita yang sudah kita lalui tidak akan bisa dengan mudah hilang dan pergi...meskipun menggunakan kata Permisi.

Yang harus kita perbesar dan perbuat hanyalah bersyukur dan berusaha untuk Iklas dengan apapun itu. Karna hanya Iklas lah obat dari kesembuhan duka lara yang menyerang kita.

Meskipun berkata dan menulis tentang Iklas adalah hal termudah , dan menjalankan itu yang sulit dan terberat.....yakinlah kalau semua akan baik2 saja, karna aku pernah menjalankannya. Benar-benar hal terberat dan tersulit.......tapi insyaallah semua bisa kita lewati, dan aku akan terus melakukannya. Melakukan usaha untuk tetap iklas dan sabar apapun itu....karna iklas dan sabar itu bersaudara...( Tetanggaku di Tg Pinang Iklas dan Sabar adalah bersaudara ).


31 Mei 2011

Rumah Baru

Sudah dua hari ini blog Cerita Nyata dan Tidak Nyata punya ku ada masalah...para sahabat gak bisa meninggalkan komentar begitu juga dengan saya sendiri tidak bisa menjawab pesan. Masalah ini dimulai pada senin siang kemarin yang sebenarnya aku juga tidak menyadarinya. Sedang berjalan2 kerumah sahabat dan ada yang menanyakan tentang blog barbieku itu.

Sudah beberapa kali aku mencoba tetapi tidak berhasil juga, dan ada juga saran dari sahabat tetapi gak berhasil juga semoga saja saran dari Lyliana untuk aku mengganti rumah lamaku berhasil.....karna sebelumnya Lyliana pernah mengalami hal seperti itu.
Tapi yang lucunya kok saya malah memperbaiki rumah ku yang satu ini ya.... dengan desain yang lumayan adem dengan warna coklat.

Meskipun kurang biasa karna listnya di sebelah kiri....tapi sedikit menyenangkan. Moga dengan rumah baruku ini aku semakin rajin untuk menulis sesuatu diblog ini. Maklumlah ngeblog sambil bekerja....( ini rahsia ya ).

Semoga juga dengan rumah baruku ini aku mendapatkan banyak teman lagi disini sama dengan blog ku yang satunya.

Salam untuk Sahabat semoga sehat selalu.


23 Mei 2011

Ajari Aku

Ibu....hidupku sudah lebih baik, rasanya baru kemarin aku menjalani ini semua tanpa dukungan ibu dan nasehat ibu. Ingin rasanya aku melakukan hal2 yang tak terduga tapi setelah aku berfikir semua itu akan sia-sia....
Aku yakin Ibu juga mungkin tak akan menyetujuinya.....

Ibu....aku berusaha untuk menjalani ini semua dengan penuh iklas dan kesabaran..seperti yang telah Ibu lakukan.
Untuk itu ...Ajari aku, bantulah aku..tunjukkan aku..mana yang harus aku lakukan dan mana yang tidak perlu aku lakukan.

Do'a ku selalu untukmu...Aku kangen Ibu.

28 April 2011

Derita Sang Ayah ( Tamat )

Siang itu aku sedang bekerja seperti biasa...tiba2 aku mendapat telfon dari kakak kalau aku diharuskan pulang karna besok Ayah akan berangkat ke kampung. Aku sempet kaget karna Ayah bener2 mau pergi meskipun kondisi tidak begitu baik. Awalnya ku pikir Ayah hanya iseng waktu ngomong2 mau pulang kampung dan mengajak kami pindah semua....dengan biasa aku katakan ketika itu " ahhh kalau tinggal di kampung gak maulah Yah...nanti kami mana ada kawannya, lagian kan saudara kita udah banyak yg disini.

Sore aku pulang dari kerja jam 4 sore dan langsung beli tiket pulang ke tg pinang , sampailah aku dirumah pukul 6 sore....maklum tempat kerjaku jauh , jika menggunakan kendaraan memakan waktu 2 jam lebih , jika naik spit 30 menit disambung dengan kendaraan 30 menit jadi kira-kira 1 jam lebih juga.

Langsung aku kekamar Ayah..salaman dan bertanya kabar, juga menanyakan apa harus berobat sampai ke kampung.
Jawabannya ketika itu....." Sepertinya disini ada yang tidak suka dengan kita terutama Ayah..mungkin karna kita senang jadi ada yang tidak suka jadi ayah dibuat sakit. Tapi ya..sudah Ayah hanya pengen sembuh, pengen lihat kalian itu menikah, mau lihat Nur sama Joko itu sampai tamat sekolah...jadi kamu gak usah mikir banyak.
Tapi Ayah punya satu permintaan....ikutlah dengan Ayah...tinggallah disana, kalau kakak sama abang kan gak mungkin mereka sudah punya keluarga.
Kalau bisa kamu sama Joko ikut ayah dulu nanti kalau Nur udah lulus biar dia nyusul sama harti.

" aku kaget dan bingung apa yang mau aku katakan...disebelah pihak aku tak ingin ayah sendirian, tapi disisi lain aku tak ingin tinggal di Jawa.

Ayah...maafin aku, bukan aku gak mau ikut ayah dan bukan aku gak sayang ayah...aku mau mengatar ayah ke jawa dan kita pulang lagi tapi kalau untuk tinggal diJawa aku gak mau. Sementara Joko adekku sama sekali gak mau dekat dengan ayah malam itu...diajak bicara dia juga gak mau...waktu itu dia berumur 8 tahun. Kami 6 bersaudara...kami semua disayang Ayah...tapi kata orang dan saudara2 kalau ayah itu lebih sayang sama aku dan Joko, mungkin karna aku pendiam dan suka nurut kata ayah sementara joko anak laki2 paling kecil..meskipun ada abang tertua tetapi Ayah entah mengapa tidak begitu percaya kepada Abang.

Malam itu sebelum Ayah berangkat Bapak Notaris datang kerumah....Ayah membagikan beberapa tanah miliknya kepada kami, jika ia tidak panjang umur dan tidak bisa kembali lagi ke tg pinang..akhirnya surat2 kuasa dan lain2 diserahkan kepada kakak perempuan kami yg pertama...( disini terbukti emang ayah tidak begitu percaya kepada abang ). Setelah semua selesai tanda tangan dan bapak notaris pulang.

Malam itu aku tidur bersama Ayah...sesekali ayah meminta aku untuk memijit leher dan kakinya..benar2 malam itu aku tidak bisa tidur, apakah aku ikut atau tidak...apakah keputusan menolak permintaan ayah salah atau tidak. Ayah ingin sekali tidur dengan Joko tetapi dia tidak mau.
Wajah Ayah yang tak lepas dari pandangan gelisah tidurku....sepertinya aku tak dapat lagi melihat wajah ini. Meskipun akhirnya Ayah mengatakan .." Ya sudah tapi nanti kalau Nur sama Joko udah lulus baru kejawa aja sama-sama.

Tibalah dimana Ayah harus berangkat...setelah ayah beberapa kali membujuk aku dan hatiku tidak luluh juga akhirnya abang yang menemani ayah pulang kampung bersama saudara kami. Semua persedian dan sejumlah uangpun sudah dipersiapkan....., saat mau berangkatpun ayah masih juga mengingatkan aku dan adik2ku untuk tetap menyusulnya.
Aku sedih menangis tak henti....saat aku memeluknya, menciumnya, menatap wajahnya aku merasakan kalau hari itu adalah hari terakhir aku akan bertemu dengan Ayah. Berat rasa ingin melepaskan...meskipun sudah kubujuk dan kupaksa untuk tidak pergi tetapi ayah tetap nekat mau pergi juga. Pandangan mataku tak lepas darinya....uluran tangan terakhirpun tak bisa aku melepaskannya.
Benar2 nyata....Ayah pergi meninggalkan kami, saat itu aku hanya berdoa kepada Tuhan semoga ayah diberi keselamatan dan kesehatan dan segera aku menjemputnya pulang.

Rumah begitu sepi dan kosong....sepertinya aku baru saja melepaskan tanggung jawab yang sebenarnya harus aku jaga, penyesalanpun datang dimana aku menolak ajakan ayah. Menagis semalaman dan berdoa sepanjang malam. Semoga Tuhan memaafkan aku anak yang durhaka ini.....membuat Ayah kecewa itu bukan tujuanku, aku hanya ingin derita yang ayah alami berakhir.

Empat bulan sudah kepergian ayah...kami selalu menelfon dan menanyakan kabarnya, Alhamdullilah Ayah sudah mulai membaik , ternyata berobat dikampung bisa meringankan sedikit derita ayah selama ini. Aku masih tetap bekerja seperti biasa begitu juga adikku. saling membantu untuk kelanjutan sekolah ke2 adik kami.

Awal November 2003, telfon ayah yang tidak biasa...beliau mengatakan mulai kangen dengan kami dan rasanya ingin pulang. Syukurlah akhirnya Ayah ingin pulang juga dalam hatiku....Ayah minta dijemput oleh kami. Dia sepertinya sudah kangen sekali dengan kami.....rasa bahagia dan penantian kami beberapa bulan akhirnya terjawab kalau akhirnya kami bisa berkumpul lagi dan tidak jadi untuk tetap tinggal dijawa.
Tiket kapan berangkat pun sudah dipesan....pada saat itu sedang puasa jadi jika rencana berjalan lancar makan hari raya kami bisa berkumpul bersama.

Ternyata semua hanya rencana....semua kembali lagi kepada Yang Maha Mengetahui, belum sempat lagi tanggal keberangkatan aku dan Abang untuk menjemput tepatnya jam 3 pagi saat sedang ingin bangun sahur. Telfon dari kampung datang yaitu Adik Ayah kami yang di Solo...mengabarkan kalau Ayah sudah meninggal dunia sekitar jam 2.45....Ayah kelihatan sehat, senyum dan tenang dalam tidur terakhirnya....saat hendak sholat tahajut ayah menghembuskan nafa terakhir.

Membuat aku dan kami semua tidak percaya.....sungguh tidak percaya, tapi semua itu nyata. Ayahku sudah meninggal.... dan esoknya Ayah ikuburkan di Solo tidak jauh dari kuburan Ibunya....menyesal tiada guna ketika itu, menagis sampai darah penghabisan pun tiada guna ketika itu....hanya sesak dada yang selalu tinggal dalam nafas hidupku ini. Dalam setahun ditinggalkan Ibu dan Ayah untuk selama-lamanya. Apa yang akan terjadi dalam jalan hidupku dimasa depan pun aku tidak tau.....rasa ingin berteriak, dan teriak..tidaaaaaaaaaaaaaak mungkiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin.

Jadi tepatnya lebaran tahun 2003 itu adalah sepi...dan sepi sampai kinipun selalu sepi, selalu terbayangkan Ayah dan Ibuku ada...menyambut ketika kami pulang, menanyakan kabar apakah aku baik2 saja atau tidak, mau makan apa dan banyak yang aku impikan seperti tahun2 sebelumnya. Semua itu hanyalah harapan yang tidak mungkin terwujudkan kembali.

Cinta sejati Ayah kepada Ibu yang sampai akhir hayat...Ayah yang sangat menyayangi ibu memilih untuk tinggal bersamanya di sisi Allah. Meskipun kuburan Ayah dan Ibu berjauhan tapi aku yakin diSurga sana mereka berdekatan dan selalu bersama.

Ayah maafkan aku...maafkan aku yang sudah membuat ayah kecewa, tapi aku janji aku akan tetap menjaga adik2ku ...sampai mereka memiliki keluarga dan mandiri...aku akan tetap melihatnya.
Ya Allah tempatkanlah Ayah dan Ibuku disisimu, Jauhkanlah mereka dari siksa kuburMu...Ya Allah.

Sekian....



20 April 2011

Derita Sang Ayah ( Part 3 )

Selain Ayah ...ibu adalah segalanya buat aku, dengan beliau aku bisa berbagi kesedihan , kegembiraan, cerita tentang teman, tentang pria yang aku suka...tentang bagaimana memasak sayur ini dan itu, tengan bagaimana membuat kue yang enak....dan banyak hal yang bisa aku bagikan kepada Ibu dan tidak bisa aku bagikan kepada ayah.

Tapi kejadian ini nyata...ibuku benar2 sudah tidak ada....saat aku tersadar aku langsung mengambil air sembahyang, duduk tepat disebelah ibu membacakan surat yasin..setelah selesai waktunya ibu dimandikan. Karna hari itu benar2 aku yang sedang ditunggu....Ibupun di angkat dan itulah pertama kali aku melihat benar2 di hadapanku orang yang sudah meninggal dunia, dipangkuan kami sampai selesai ibu dimandikan sampai selesai dan kami angkat kembali keruang tengah untuk di khafani.

Air mata yang aku tahan tetap saja ingin menetes...membuat kakakku selalu menegur aku, jangan menagis...jangan menagis, doakan saja ibu supaya lebih tenang, jangan kamu menagis....
Selesai semua...selepas Sholat Zuhur ibuku dimakamkan tidak jauh kurang lebih 2 kilometer. Disitulah rumah terakhir ibuku....kami semua pergi kekuburan kecuali ayahku, tidak kuat dan tidak tahan karna istri tercinta pergi.

Selesai sudah...seperti biasa ada kenduri, tahlilah dan sebagainya.....tapi tidak selesai bagi ayahku, penyakitnya semakin parah dan parah.....kesedihan yang berlarutan membuat ayahku drop dan tidak bisa melakukan apa-apa, makan tidak selera , tidak mau keluar kamar, merasa menyesal setelah kepergian ibu, sampai akhirnya ayahku sakit tenat dan masuk kerumah sakit lagi. Beberapa hari masuk rumah sakit alhamdullilah bisa pulang...tapi kondisi yang tidak begitu pulih 100 %. Dari kesedihan itulah membuat ayah semakin tambah kurus dan sangat kurus...untuk berjalan saja tidak bisa, meskipun sebelumnya sudah begitu tetapi lebih parah setelah di tinggal ibu.....Ayah selalu mengatakan kenapa ibu pergi, kenapa tidak aku saja yang pergi...seolah-olah semua itu gara-gara ia.

Kurang lebih 2 bulan ayah seperti itu....tetapi yang membuat aku tabjub dan tak disangka ayahku mau mengikuti saran kami dan alhamdullilah pengobatan Bapak pintar ini membuat sedikit berkurang, ayah mulai bangkit dan lebih bersemangat...meskipun harus di bantu tetapi ia benar2 bertekat kalau ia harus sembuh demi kami.
Setiap pagi berjemur matahari.....duduk sebentar, jalan sebentar....terlihat ada perubahan yang lumayan. meskipun rasa sakit terkadang datang kembali. Meskipun tidak pulih 100% tapi sudah sangat membantu bagi kami.

Hingga pada pertengahan Juni ayah minta di antar ke kampung halamannya yaitu JaTeng Solo...ayah ingin bertemu keluarganya dan berobat disana, karna menurut saran dari orang pintar di kampung halamannyalah ayah bisa sembuh.
Saat itulah aku mengecewakan Ayah....

14 April 2011

Derita Sang Ayah ( Part 2 )

Ibu yang mulai tak sabar dengan Ayah...disini Ibu benar-benar diuji kesabarannya, kerap kali ayah marah, tak sabar dan selalu saja Ibu menjadi sasaran...
Ayah ingin sekali sakit kepala yang selalu datang tak di rasa olehnya...ia merasa tanggung jawab sebagai kepala keluarga masih banyak yang harus di lakukan jadi Ayah hanya ingin penyakitnya segera sembuh dan pulih seperti sedia kala. Ibu yang selalu berusaha kesana kemari untuk kemudahan dan kesembuhan Ayah. Tapi apalah daya...ibu hanya bisa berusaha dengan apa yang ia bisa lakukan dan selebihnya ibu dan kami hanya berserah kepada yang Maha Pencipta. Meskipun aku tak tega melihatnya bila rasa sakit itu datang.

Tempat kerjaku lumayan jauh jadi hanya sesekali saja aku pulang, ketika aku pulang barulah aku dapat menemani ayah, dari menjaga tidur malam, memijat kaki dan punggung sampai memijat leher. Hal ini tak kenal waktu dilakukan...bila ayah mengerang sakit pada waktu malam maka harus dilakukan malam itu juga. Dan tak jarang ibu selalu keluar malam hanya untuk minta air putih kepada orang pintar agar rasa sakitnya berkurang.

Adikku akhirnya mendapat pekerjaan...karna ia merasa kasihan juga kalau hanya aku yang mencari uang, meskipun ada sedikit tabungan ayah dan ibu itu belum tentu cukup bila sewaktu2 ayah harus masuk rumah sakit lagi.
Tak lama adikku menemani ayah dan ibu dirumah dia pun mendapat pekerjaan sebagai SPG Kosmetik Sary Ayu. Alhamdullilah tempat kerjanya tidak jauh dan gajinya lumayan....disinilah kami berdua saling tolong menolong bahu membahu...dan hubungan kami sebagai kakak adik semakin tambah akrab dengan apa yang kami alamai. Aku tetap bersyukur ketika itu...meskipun derita dan kesedihan selalu datang tapi aku masih diberi adik yang pengertian, ibu yang sangat sabar dan ayah yang begitu kuat dengan penyakitnya..meskipun terkadang aku suka tidak tega bila rasa sakit itu datang menyerang ayah....Ya Tuhan..kapan ini berakhir, aku tak tega Ya Allah..

Jika Ayah kambuh...
Sakit kepala yang tak tertahankan...ayah akan meraung-raung kesakitan, rasa sakit akan hilang dengan perlahan bila kami memijitnya pelah2 dibagian leher belakang. Dengan cara ini ayah bisa sedikit tenang. Meskipun rasa sakit itu tak berkepanjangan dan hanya sebentar tetapi rasa sakit ini sering timbul.
Bila sudah begini semua yang di lakukan ibu salah di mata ayah...maka seringnya ibu dimarahi ayah. Sampai akhirnya kesabaran ibu pun hilang...dan ibu mengatakan

" Kalau begini terus mending aku mati aja , aku tidak tahan Ya Allah..."

Ibu tau Ayah ingin sembuh, tidak mau dikata suami yang tak berguna tetapi ibu ingin Ayah mengerti dengan keadaannya. Hanya dengan sabar, banyak berdoa mungkin akan meringankan apa yang terjadi. Tapi tidak dengan ayah yang mengalaminya....

Sampai akhirnya Ayah menjadi kurus sekali.....penampilan yang dulu gagak badan besar kini hanya kulit pembalut tulang, semua habis dengan penyakitnya. Mata sebelah yang mulai menutup dan kabur, rambut yang mulai berguguran...begitu juga dengan telinga yang mulai tak mendengar.

Hingga pada akhirnya setelah kurang lebih 4 tahun dilalui Ayah...siapa sangka kalau Ibu yang begitu sehat kesana kemari, menjaga ayah siang dan malam, setia menemani meskipun selalu dimarah ayah, tak pernah mengeluh sakit pada anaknya...selalu menanyakan aku kapan akan menikah dan menikah sampailah dimana hari itu anak dari ibu tiri ibu menikah dan hari itu juga ibu masuk rumah sakit , dan ibu pergi meinggalkan kami untuk selama-lamanya. Tepatnya pada tahun 2003 tanggal 8 dibulan maret..aku pernah menceritakannya di sini.

Seluruh warga kampung kaget dan shok bagaimana dengan aku yang mengalaminya....tak dapat berkata dan aku hanya seperti orang bodoh yang tak tau apa2. Pada saat aku ditelfon oleh abang iparku disuruh pulang.

Aku tak curiga sedikitpun pada ibu karna 2 hari sebelum ibu meninggal aku masih sempat bertemu dan membuatkan sayur bayam untuknya. Dalam pikiran jelekku hanyalah ayah yang mungkin terjadi sesuatu.......aku tak tenang, pikiran kosong...spit yang begitu lama sekali datangnya. Dipelabuhan tg pinang aku sudah ditunggu oleh abang iparku...dan sampailah aku dirumah pukul 9 pagi, dirumah sudah banyak sekali orang berkumpul dengan pandangan iba terhadap aku...aku jalan hanya dengan satu tuju dan arah yaitu ruang tengah dimana seseorang sudah terbaring dengan ditutup kain panjang.

Mungkin aku pingsan ketika itu...sampai akhirnya aku tersadar kalau ibu sudah tiada, pergi untuk selamanya. Aku tidak percaya..ibu benar2 pergi, aku tak percaya ibu benar2 meninggalkan aku dan adik2ku...aku tak percaya ibu benar2 sudah pergi. Apa yang akan terjadi dengan aku dan adik2ku tanpa Ibu Ya Allah....