25 Mei 2010

Hidup adalah Pilihan

" Hidup adalah pilihan" ..mengapa kita selalu di hadapkan oleh sebuah pilihan, pilihan yang harus kita ambil bukan atas kehendak, atau sebaliknya. Meskipun pilihan yang kita ambil adalah salah namun bukan berarti kita itu bodoh atau manusia yang kurang beruntung. Aku hanya menggangap dari itu semua adalah pelajaran yang sangat berharga. Walaupun pilihan itu nantinya tidak bisa di balikkan seperti membalikkan telapak tangan.
"Pilihan" .. dua sisi yang berbeda, tidak searah, dan bertolak belakang. Masing-masing punya kekuatan dan kelemahannya, dan bagaimana kita menyikapinya. Maka kita ambil dari segi positif dan hilangkan negatifnya.
" Hidup adalah pilihan " Memang tidak bisa di pungkiri, semua makhluk yang hidup didunia ini pasti di hadapkan oleh pilihan. ..Aku merasa sangat bahagia menikmati masa kecilku..bermain bersama-sama teman, tidak kenal yang namanya lelah..pikiran yang ada hanya bermain. Namun karna kehidupan yang terlalu kejam buatku, maka masa kecilku tidak bisa kunimati dengan sempurna. Aku merasa sangat keren waktu remaja, banyak teman dan pria yang menyukaiku. Namun karna kehidupan yang kejam aku harus rela meinggalkan teman-teman akrabku dan pergi mengadu nasib. Aku sangat bangga mempunyai kekasih yang ganteng dan keren menurutku dalam dirinya semua adalah kriteria pilihanku, namun karna pilihan aku harus rela melepasnya demi kebahagiaan...apakah itu kebahagiaannya atau kebahagiaanku.
Karna pilihan , kita yang hidup harus menjalaninya seperti air yang mengalir, mengalir tanpa kita ketahui tujuan dan arahnya kemana. Walaupun terkadang datang rasa kekesalan atau kebencian pada diri kita...namun itu semua bukan atas kehendak yang kita inginkan.
" Pilihan" keputusan yang kita ambil , pilihan yang dengan segala konsekuensinya..apakah benar atau salah, apakah bahagia atau tidak, apakah berjalan mulus atau tidak. Yang pasti menurutku hanyalah , sebagai manusia kita pasti akan mati, Dunia yang kita diami ini pasti akan kiamat, Masuk surga atau neraka.

20 Mei 2010

Sebuah Kata Janji


Kata janji atau sebuah janji yang sudah terucap.

Sebuah kata janji yang telah di saksikan

Sungguh mudahnya mengatakan bisa berjanji dan mudah juga mengingkari janji. Banyak faktor yang kita tidak ketahui mengapa seseorang tidak menepati janjinya.
Seperti janjiku padaMU...

***** janjiku kepadaMu, janji yang aku buat bukan atas paksaan atau desakan. Janji yang di buat melainkan keluar dari diri ku sendiri.
Dia hanya memanggilku. Dengan seruanNya Yang Maha Wibawa dan Indah, Dia pun hanya memberiku tawaran, apakah aku mau membuat suatu pilihan, melaksanaknya atau tidak melaksanakannya.

Kembali lagi dalam memilih atau tidak memilih...Dan kini, semua pilihan pun sudah di ambil, harus aku pikul dan laksanakan.
Tak ada yang terpaksa dan di paksa dalam memilih. Dan aku pun tidak terlalu berhasrat tinggi untuk meminta.

Dan aku juga seharusnya tidak perlu lagi bertanya kenapa bisa begini, dan kenapa itu begitu. Semua sudah dituliskan sebagaimana mestinya. Semua sudah sesuai dengan perjanjian yang telah kita buat sendiri.
Ketika diri tak lagi mampu untuk menerima kenyataan. Keinginan untuk marah kadang masih sering terlontar. Entah karna sadar, atau tanpa disadari. Yang pasti, aku pernah mengingkarinya.

***
Ingatkah kamu akan sebuah janji, ingatkah kamu akan sebuah guratan yang tertulis rapi di jiwamu. Jawaban yang pasti, mungkin hanya ingat pernah diadakan.
Sebuah janji untuk tak pernah melupakanNya. Sebuah janji untuk menuju hanya kepadaNya. Sebuah janji untuk memasrahkan segalanya hanya pada Dia. Yaa..sebuah janji, yang kini telah lama..dan banyak terlupakan.

Jika aku mengingat semua ini, sungguh hati ini rasa pilu dan perih..perih yang aku rasakan tidak bisa ku sembuhkan , karna aku sudah mengingkari janji terhadapNya. Sebuah janji yang aku buat dan aku juga yang telah mengingkarinya.

Janji terhadap kekasihku untuk tetap setia
Janji terhadap pasangan hidupku untuk tetap menjaga hartanya
Janji terhadap mata hatiku untuk tidak memarahinya.
Janji terhadap Allah untuk tidak meninggalkan perintahnya
Janji terhadap diriku untuk tidak mengulanginya lagi.

Aku tidak ingin berjanji lagi, dan aku tidak ingin memintanya lagi..Aku ingin melakukannya seperti Matahari yang tidak pernah berjanji untuk muncul pada waktu malam, ' Bulan yang muncul pada waktu siang...atau angin untuk menghentikan hembusannya yang lembut.

Aku rasa mereka tidak pernah untuk berjanji.

19 Mei 2010

Warisan

" Warisan " Tidak semua anak bahagia karna mendapatkan warisan, justru kadang malah membuat perkelahian antara sesama saudara kandung. Begitu juga sebaliknya..namun dari itu semua kembali lagi ke kita bagi yang mendapatkannya. Bagaimana cara kita melaksanakan warisan tersebut.
Aku ingin curhat wahai blog...kedua orang tuaku mempunyai sedikit harta berupa tanah dan rumah. Menurut mereka itulah harta yang mereka punya dan yang akan di berikan kepada anak-anaknya jika tidak panjang umur.
Ibu lebih dulu meninggalkan Bapak..., rasanya seperti mimpi. Ibu ku yang sehat walafiat bisa pergi lebih tenang meninggalkan Bapak yang sedang sakit parah. Aku pernah mendengar saat Bapak memarahi ibu, aku maklum sebenarnya Bapak tidak ingin marah, beliau hanya prihatin dengan keadaannya yang tidak bisa menjadi kepala rumah tangga dengan baik. Sakit yang di alami sudah sangat lama..meskipun sudah berobat kesana kemari dan menghabiskan sebagian hartanya namun sembuh tidak juga kunjung datang.
Dari itu semua, aku percaya akan kata dokter..ya mungkin itu sudah jalan yang harus kami lalui sekeluarga..kalau Bapak mempunyai kanker stadium 4 di kepala. Untuk di operasi sudah tidak bisa di jamin karna akar dari penyakit sudah menjalar kebagian kepala lainnya. Dengan penyakit yang diderita Bapak bisa bertahan selama 5 tahun. Aku bisa merasakan bagaimana rasa sakitnya jika kambuh,,,sungguh tidak tega..lama kelamaan badanpun menjadi kurus, rambut mulai rontok, mata mulai tertutup..aku tidak bisa berkata lagi.
Bapak pergi setelah 7 bulan meninggalnya ibu, di tahun yang sama...sungguh cobaan berat buat keluargaku. Namun begitu kami harus menjalankannya dengan kebahagiaan tanpa kesedihan.
Sebelum Bapak pergi , beliau sempat membagikan sisa harta yang ia punya..yaitu berupa tanah dan rumah. Tanah kepunyaan Bapak yang di berikan kepada aku, adikku no 4 dan abang. Sementara kepunyaan ibu diberikan kepada kakak perempuanku, adikku yang no 5. Rumah peninggalan diberikan kepada adikku yang paling kecil.
Sebenarnya Bapak sudah adil terhadap anak2nya, tapi dengan warisan inilah Abangku menjadi gelap mata..Abang hanya merasa kalau dia adalah anak laki-laki jadi harus mendapatkan warisan lebih banyak di banding kami anak2 perempuan.
Pantas saja Bapak tidak begitu percaya terhadap abang ketika masih hidup, bapak lebih memilih kakak perempuanku sebagai kuasa. Warisan yang aku dan adikku peroleh lebih banyak di banding abangku...dari itu abang tidak terima. Meskipun kami sudah mengalah dengan memberikan sebagian yang kami punya, tetapi masih saja cemburu terhadap kami.
Aku tau, bapak bukan orang yang pilih kasih..mengapa abang lebih sedikit..karna ketika abang menikah dan membangun rumah semua itu biaya di keluarkan oleh bapak, begitu juga dengan kendaraan. Abang tidak bisa lagi berpikr sehat dan melihat yang nyata apa yang sudah dia lakukan jika ingin mendapatkan yang lebih.
Sementara aku dan adikku yg no 4 harus mencari uang demi kehidupan kami, demi menyekolahkan kedua adikku hingga tamat.
Sedikitpun abang tidak pernah membantu kami..Aku sedih dan heran..ternyata banyak harta tidak bisa menjamin untuk hidup lebih tenang.
Alangkah baiknya jika tidak mempunyai apa-apa...
Sampai akhirnya terjadi sesuatu yang hampir saja membawa abang ke penjara..dari pelajaran inilah abang mulai sadar. Aku hanya berharap kesadaran abang bisa sampai keterusan dan tidak ada lagi yang namanya berantem karna Warisan. Aku sedih aja kalau gara-gara warisan...kasihan Ibu sama Bapak yang sudah tiada. Bersyukur aku panjatkan kepadaNya. Semoga Bapak dan Ibu selalu tenang di alam sana. Amin...
Sejak aku mendapakan Tanah yang di berikan oleh bapak, Januari 2010 baru aku melihatnya.., padahal Warisan itu sudah di bagikan 3 tahun yang lalu. Tadinya aku hanya tau luasnya saja. Karna tanah yang di berikan padaku itu berdekatan dengan tempat tinggalnya abangku. Aku hanya takut dia marah dan merasa aku tidak menghargainya lagi..maklumlah tanah itu sudah ada tanamannya yang bisa di panen setiap 2 bulan sekali. Namun begitu aku belum pernah merasakannya..semua hasil panen abang akulah yang menikmatinya. Namun begitu aku ikhlas....karna aku masih punya penghasilan dari hasil kerja, dan dari suamiku juga.
Harapanku ..semoga abang di beri kelapangan hati, siapa yang seharusnya berhak memetik hasil...
Hal ini akan menjadi pelajaran buat aku kelak.

17 Mei 2010

Sebuah kata Cinta


Sebuah kata cinta.., kata yang indah hmmm “ cinta “. ^_^...semua pasti merasakannya...cinta yang berakhir dengan kebahagian atau cinta yang berakhir dengan kesedihan.

“ Kata cinta” , cinta yang kita tujukan kepada Allah, cinta kepada keluarga, cinta kepada sahabat, cinta kepada suami, cinta kepada anak, cinta kepada kekasih, dan masih banyak cinta-cinta lainnya.

Aku hampir lupa dengan kata ini..Tuhan begitu cinta terhadap hambaNya, tapi aku selalu saja tidak perduli dengan kehadirannya, dengan suaranya yang selalu memanggil dengan merdu, dengan kata-katanya yang lembut. Tapi aku selalu saja melupakannya...

Besar cintaNya terhadapku , tidak bisa kubalas dengan ketulusan cinta ku padaNya. Seandainya saja aku bisa dengan selalu menyanyikan lagu-lagu merdu untuknya, pasti ketenangan dalam hati akan selalu hadir. Aku sangat merasakannya...sedikit ayat yang kubacakan, sedikit pujian yang aku nyanyikan sudah membuatku begitu tenang dan damai.

Tapi aku tidak terdaya..aku hanya seorang manusia yang hanya memikirkan dunia, dunia yang penuh dengan kesumpekan, dunia yang penuh dengan teka teki, dunia yang penuh dengan masalah, dunia yang penuh dengan dusta.

Hadirnya sebuah keluarga' itulah kebahagiaan cinta yang aku inginkan. Tapi mengapa aku tidak bisa merasakan kebahagiaan cinta dalam hidupku. Aku takut jika Engkau marah, aku takut jika Engkau mengutukku, aku juga takut jika Engkau akan melupakanku..karna Engkau sangat tau bahwa aku adalah manusia yang tidak bisa menghargai cinta.....maafkan aku Tuhan.

Karna cinta aku lupa padaMu, karna cinta juga aku selalu merindukanMu, karna cinta juga aku lupa akan laranganMu, karna cinta juga aku telah menyakiti seseorang, karna cinta juga aku selalu menagis, karna cinta juga aku selalu meyesal, karna cinta juga aku selalu ingin melihatnya bahagia dan karna cinta juga aku selalu rindu akan hadirnya.

“ Jangan bersedih karna cinta, tapi bersedihlah karna dosa di dunia “,

Tapi mengapa!!..aku selalu bersedih karna cinta, dan selalu lupa akan dosa di dunia....sungguh hal yang tidak bisa di maafkan.

Karna itulah aku benci akan cinta, aku tidak suka akan cinta..aku hanya ingin di cintai dari pada mencintai....meskipun begitu aku sadar, karna cintaMu lah aku menjadi seperti ini...
Terimakasih Tuhan karna Engkau selalu mencintai hambamu yang sering melupakannMu.

4 Mei 2010

HidayahNya


Aku selalu bertanya pada diriku sendiri, apakah yang aku jalani selama ini benar adanya, dan apakah sudah bahagiakah aku. Aku jadi teringan dengan seorang teman yang bertanya padaku dulu..apakah dengan membahagiakan keluarga, aku akan ikut bahagia.

“ Semua benar adanya kehidupan yang ku jalanni benar adanya, masalah kebahagiaan bisa di bilang sungguh sangat bahagia karna aku sudah mempunyai keluarga yang sudah ku idam-idamkan sejak aku berumur 21 tahun, aku bahagia mempunyai pekerjaan sesuai dengan apa yang aku inginkan , mempunyai rumah meskipun bukan atas namaku , memiliki kendaraan, mempunyai Tanah meskipun warisan , mempunyai suami yg sangat sabar , yang paling membuat aku lebih bahagia pada saat aku memulai dengan menutup auratku.

Teman , sahabat dan saudara-sadaraku..... mungkin aku orang yang sangat beruntung. Hidup dengan kecukupan , suami yang baik serta anak yang sangat cantik.Tanpa di rasa waktu pun berlalu, tapi rasa bahagia yang aku alami semakin lama semakin berkurang. Aku tidak mengerti.Ku lihat jam dinding yang ada di kamarku, ternyata masih tengah malam, mengapa pagi lama sekali pikirku...padahal aku sudah lama sekali tidur...Matapun tidak bisa di pejamkan lagi...., sambil mendengarkan lagu salawat di telinga kurenungkan diriku ini...dalam hatiku yang penuh pertanyaan yang ingin aku sampaikan..” Ayah apakah kamu merasakan kebahagiaan ini ?
Sepertinya dia tidak mendengarku....tidurnya yang nyeyak karna kelelahan bekerja, kupegang tangannya yang penuh cintaku dan anakku.
“ .....Maafkan aku..ingin rasanya aku berterus terang padamu, berlutut memohon ampun dan maaf padamu, mencium tanganmu, mencium kakimu.Walaupun nantinya akan menyakitkan hatimu ...Dengarkanlah apa yang akan ku katakan, aku tidak akan mengulanginya lagi karna akan membuatmu sakit....” Ayah aku tidak pernah merasakan kebahagian ini..”

Ayah, bawalah aku, ajaklah aku..bagaimana rasanya bersyukur, beriman, bertakwa, bertawakal. Aku ingin sekali melakukannya. Karna aku yakin dengan bimbinganmu, aku akan mendapatkan HidayahNya.

5 April 2010

Sebuah Kata Maaf


Kata maaf sering di ucapkan bila seseorang melakukan kesalahan. Baik itu kesalahan kecil, sedang maupun besar. Kata maaf pun anak kecil bisa melakukannya..seperti anakku jika melakukan kesalahan kerap kali mengucapkan “ Ibu maaf
“ Maaf “ kata orang dengan meminta maaf lebih mulia dari pada memaafkan..tapi tidak semua manusia bisa melakukannya dengan baik.

Meskipun kata maaf tidak sulit untuk di ucapkan, tapi tidak semua orang dewasa bisa melakukan ini. Mungkin banyak alasan yang kita tidak ketahui salah satunya : Malu, Ego , Keras kepala, Hasil akhir dan banyak lagi.

Dan apakah hanya dengan kata maaf masalah bisa terselesaikan ?? jawabnya : kurasa tidak.
Aku merasakan untuk sebuah kata “maaf” tidak menemukan suatu kedamaian, ketenangan hati, jiwa dalam diri seseorang. Karna kita tidak tau apakah yang mengucakkan kata maaf dengan iklas atau orang yang menerima kata maaf dengan iklas. Rambut sama hitam tapi hati manusia sama juga ( yang beda itu sifatnya ) kalau gak salah...

Aku bertanya kepadamu , bagaimana dengan perasaanmu...

Jika seseorang melukai hatimu , hanya mengucapkan kata “ maaf “ kemudian berlalu pergi..
Jika seseorang tidak bisa membayar hutangmu, hanya dengan mengucapkan kata “ maaf “ tidak punya uang kemudian berlalu pergi..
Jika kekasihmu mengucapkan kata “ maaf” , hubungan kita tidak bisa di lanjutkan lagi karna aku tidak mencintaimu.
Jika suamimu mengucapkan kata “ maaf” , aku ingin menikah lagi..
Jika anak atau keluargamu tersakiti hanya dengan kata “ maaf” , aku tidak akan menyakitinya lagi.

Apakah kamu bisa menerima untuk semua ini, aku rasa tidak! Karna jika semua masalah dapat di selesaikan dengan kata “ maaf “ untuk apa adanya hukum di negara kita ini.
Jawabanku tidak semua kata maaf dari seseorang bisa kuterima begitu saja, meskipun aku tidak dendam atau tidak iklas. Begitu juga dengan orang-orang yang pernah dekat dengan ku, tidak mungkin dengan mudah bisa menerima kata maaf dari ku.

Namun begitu aku ingin sekali untuk kata maaf ini bisa kuterima dengan hati yang lapang, tanpa kekesalan dalam hati dan jiwa. Kelak jika aku menjalankan hidup ini bisa kulewati dengan tanpa rintangan dan halangan. Begitu juga harapanku terhadap orang-orang yang pernah kusakiti hatinya..

Untuk sahabatku semua aku pernah melukai hati kalian, baik itu sengaja atau yang tidak aku ketahui namun begitu, dalam hatiku yang paling dalam semua kesalahan yang pernah aku lakukan terhadap sahabat bukannlah kesengajaan yang ingin aku buat. Sahabat terimalah kata maafku.

Untuk mantan kekasihku, aku pernah membuat hatimu terluka karna perbuatan aku. Meskipun ini bukan kehendak aku tapi yakinlah apa yang aku lakukan untuk kebaikanmu dan kebaikan ku juga. Mungkin aku tidak pantas untuk mengucapkan kata ini untukmu. Meskipun sebenarnya aku tidak ingin membuat hatimu terluka apalagi aku. Maafkanlah aku jika aku tidak bisa melupakanmu.

Untuk teman hidupku, kamu adalah pria baik yang pernah ku temui, kamu jugalah yang membawaku ke jalan yang benar, menggangkat kaum wanita yang lebih tinggi. Sebuah kata maaf atau seribu kali kata maaf yang aku keluarkan mungkin tidak bisa terobati dengan apa yang telah aku lakukan terhadapmu. Aku tidak bisa melakukannya di hadapanmu karna pasti akan membuatmu terluka. Maafkanlah aku karna aku tidak bisa jujur padamu.

Untuk Anakku , ibu selalu saja kesal padamu...tidak jarang ibu selalu memarahimu dan selalu melarangmu bermain. Anakku kamu harus tau apa yang ibu lakukan bukanlah untuk kepentingan ibu atau siapa melainkan untuk kebaikanmu i. Ibu tidak ingin melihatmu terluka karna terjatuh, atau berkelahi dgn kawan karna rebutan mainan. Maafkanlah ibu ya nak..karna sudah membuatmu meneteskan air mata.

Untuk Ayah dan Ibu ku, Kalianlah orang yang selalu aku rindukan...bila aku mengingatnya tanpa ijinku.....air mata ini selalu menetes. Kehadiran kalianlah yang selalu aku harapkan, aku tidak ingin harta yang berlimpah di dunia ini...yang aku inginkan hanyalah kalian di sisiku, aku rindu akan kalian. Jika aku mengatakannya kalian hanya diam tanpa kata2, selalu hadir dalam mimpi dan menatapku. Aku tau kalian sedih dan kecewa karna perbuatanku. Tapi yakinlah Ayah..Ibu, aku tak bermaksud untuk menyakiti hatimu. Ibu aku sudah mengabuklan permintaanmu dengan menikah di umurku yang ke 26, meskipun kalian tidak melihat kebahagiaan ini tapi aku yakin kalian sudah sangat bahagia dgn keputusna ku. Maafkanlah aku Ayah..Ibu..maafkanlah aku.

Untuk saudara-saudaraku, sebenarnya aku ingin sekali tinggal berdekatan dengan kalian..makan tidak makan asal kumpul. Tapi itu tidak bisa aku lakukan. Tapi yakinlah suatu saat nanti aku pasti akan bisa berdekatan dengan kalian. Aku ingin kalian selalu merindukan aku yang jauh, tidak selalu bertengkar jika berdekatan...dan aku akan selalu menomor satukan kalian semua..Kakak, Abang, Adik2ku

Aku selalu rindu kalian semua. Maafkanlah aku karna melakukan ini.
Inilah salah satu maaf yang tidak bisa di terima dan bisa di terima, Kata maaf ini yang tidak bisa ku katakan kepada orang2 yang aku sayangi...hanya karna ke egoankku, ketakukanku dan kepentinganku.

Tuhan Maafkanlah aku.

12 Maret 2010

Tentang Aku

Aku si Penulis Diary ....Namaku Mulyani , lahir di Tanjung Pinang - Riau pada tanggal 27 Maret 1979 di Kampung Sidojadi yang indah dan permai.
Hobbyku selain olah raga, aku lebih suka nonton tv baik itu drama ftv, mandarin dan korea. Selain itu aku juga memiliki hobby memasak sejak 2 tahun berkeluarga. Mungkin naluri seorang ibu yang mulai muncul.

Tidak banyak buku yang aku suka, bila ada yang dibaca dan asik itulah buku kesukaanku...tapi dari kecil aku sudah sangat suka baca buku komik. Sayangnya ketika dewasa minat komiknya menjadi berkurang.

Menulis sebenarnya bukan kesukaanku, bisa dibilang hanya iseng-iseng untuk menghilangkan kejenuhan. Tapi setelah terlewati 2 tahun ini ...ternyata menulis sangat mengasikkan. Sehingga aku bisa melahirkan beberapa blog yang meskipun isinya tidak begitu berbobot. Tapi tetep OK LHO.

Aku memiliki sebuah keluarga kecil “ satu putri yang manis dan satu pria yang sangat penyabar ”, sebuah keluarga yang sangat ku inginkan sejak lama.
Putriku bernama Marsya Putri Adini yang biasa kami panggil Dini dan suamiku bernama Adi Saputro yang biasa kami panggil Ayah, atau keluarganya memanggil Mas Radin.

Tentang aku! tidak ada yang istimewa, dengan masa kecilku yang tidak bisa di nikmati seperti masa kecil anakku sekarang ini. Apa saja yang di perlukan bisa diberikan dengan segera.
Masa kecil aku , yang selalu aku isi dengan berjualan dan sekolah. Masa remaja yang aku isi dengan bekerja dan sekolah. Masa senang-senang yang harus kuisi dengan kursus dan bekerja, inilah masa-masaku dulu. Tanpa merasakan bagaimana menjadi penganguran tidak ada pekerjaan.
Tapi aku senang...masa-masa itu semua terlewati dengan penuh suka cita dab bahagia. Meskipun kami dari keluarga sederhana kami kami tidak pernah meminta.

Keluarga yang ku cinta , seorang Bapak yang sangat gagah dan tegas dan seorang Ibu yang kuat dan mandiri “ inilah idolaku sepanjang zaman “. Aku ingin seperti Ibuku, tidak pernah mengeluh dalam segala hal, tidak pernah menyusahkan anak-anak dalam kehidupannya, tidak pernah lelah dan capek dalam mengurus keluarga, tidak pernah ngedumel meskipun rasa hati tidak menginginkannya. Tapi aku juga ingin seperti Bapak, “ Diam “ tanpa banyak bicara, namun banyak bekerja. Dua orang tua yang selalu kuat dan kuat.

Dua sosok yang selalu kurindukan., yang selalu aku kagumi ! Bapak dan Ibuku yang telah tiada. Pergi meninggalkanku di usia aku yang ke 24. Dimana saat itu adalah saat-saat aku dan ketiga adikku sangat membutuhkan mereka. Meskipun aku telah menagis sepanjang malam, meskipun aku telah memohon ampun, meskipun aku telah berjanji untuk sebuah kebahagiaan, tapi Tuhan punya rencana, dan aku tidak bisa menolaknya.

Hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke 31, dimana 31 tahun yang lalu keluargaku sangat minim perekonomian..meskipun begitu, aku bangga telah di lahirkan kedunia ini ' dunia yang penuh dengan keindahan dan kedamaian. Dengan tangis bahagia mereka menyambutku, hadirnya anggota keluarga dan dengan tangan kedua orang tuaku lah aku bisa tumbuh besar menjadi seorang anak yang tau akan kehidupan kejam di dunia ini.

Meskipun aku bukanlah anak yang bisa di banggakan , namun dengan sedikit jerih payahku ...aku bisa membuat mereka tersenyum. Walaupun belum cukup pengorbanan yang aku berikan untuk Mereka. Aku tetap selalu dan sayang pada mereka.

Keluarga yang ku cinta , dua pria gagah dan empat wanita tangguh..inilah saudara kandungku..meskipun karakter dan sifat berbeda, tapi merekalah para penyemangatku. Aku sadar hidup ini sudah ada yang mengatur dan aku juga tau tidak semua sifatku bisa di terima oleh saudara-saudaraku begitu juga sebaliknya...namun untuk menciptakan kebahagiaan dalam talian darah dan persaudaraan aku harus melatih diri untuk menerima sifat-sifat dan tingkah laku saudaraku dengan cara “ Diam dan Melihat “, karna inilah salah satu sifatku.

Hari ini aku sudah sangat bahagia, karna sampai saat ini aku masih di berikan kebahagiaan dalam keluargaku..memiliki pendamping hidup yang sifat penyabarnya tidak bisa aku tiru. Seorang anak yang nakal namun selalu membuat aku tersenyum serta empat saudaraku yang sudah memiliki keluarga. Meskipun masih ada satu beban dalam hidupku yaitu adikku yang paling kecil..tapi aku tidak begitu khawatir karna dia seorang lelaki yang semoga saja bisa menjaga diri dan menjadi seperti Bapak yang gagah dan tegas. Aku rindu kalian semua.

Meskipun aku jauh dari saudaraku tapi mereka selalu ada di hatiku dan dimanapun aku berada, mereka selalu ada disekelilingku.

Sifat ku yang terkadang lebih banyak diam, ternyata banyak tidak disukai oleh banyak orang. Diamku bukan aku tidak suka atau permanen tapi diamku hanya kepada menghindari selisih dalam kehidupan ini.

Aku ingin berusaha dan berusaha, menjadi wanita lembut, kakak yang baik hari, ibu yang penyabar dan penyayang serta istri yang selalu pengertian serta selalu berbagi kasih kepada pasangan. Inilah yang aku selalu usahakan dan berusaha untuk tetap menjadi lebih baik.

Aku yang akan selalu menyayangi keluarga, dimanapun itu.

Salam sayang dan persahabatan untuk semua.

Terimakasih