10 November 2011

Bapak Hermawan

Sebenarnya sudah lama aku ingin bercerita ini, tapi baru kali ini berkesempatan untuk menulisnya. Dikarenakan kemarin aku menyingung tentang orang tua angkat pada postingan Hewan Kurban dan Hari Raya Haji. Mb Reni pun bertanya ...punya orang tua angkat juga ya mb.

Beliau bernama Bapak Hermawan, memiliki dua orang anak. Yang pertama Pika sekarang sedang kuliah ambil S1 dan akan melanjutkan S2. Karna rencana dan cita-citanya pengen punya kantor sendiri yaitu Notaris. Dan yang kedua atau terakhir bernama Basir...saat ini masih kuliah ditingkat satu ( kalau gak salah..Basir masih satu leting dengan adikku Joko yg paling kecil ).

Awalnya Bapak Hermawan ini adalah pendatang baru di kampung kami, lama-lama menjadi warga tetap kampung kami. Beliau sangat dekat dengan Alm Ayah dan lainnya ....kebetulan ketika Ayah masih hidup , Ayah dipercayaan warga kampung sebagai pengurus Masjid. Sementara Bapak Hermawan adalah penyumbang dana Masjid yang tak terhitung jumlahnya. Pekerjaan beliau adalah Kapten Kapal Laut dan sekarang aku lupa posisinya apa ( maaf ). Alhamdullilah beliau sudah Haji beberapa tahun lalu dan Alhamdullilah mereka sangat dermawan sekali.

Tahun demi tahunpun berlalu, yang dulunya Surau sekarang sudah Menjadi Masjid dan Alhamdullilah tidak lama lagi pembanguna Masjid di kampungku selesai dan sekarang menjadi tingkat dua. Semua berkat kerjasama warga kampung, Bapak Hermawan juga rakan-rakannya yang tak pernah surut.

Tidak lama kemudian tepatnya di tahun 2003, ketika Ibu meninggal ..Bapak Hermawan meminta ijin kepada Ayah kami untuk menggangkat kami 4 beradik sebagai anaknya. Tak lama kemudian Ayahpun menyusul Ibu. Dari situlah kami berempat diangkat sebagai anaknya. Mungkin ketika itu Bapak Hermawan sangat dekat dengan Alm Ayah...dan merasa kalau kami masih perlu bimbingan.

Bisa di bilang semua warga kampung menghormati Bapak Hermawan, di samping orangnya dermawan..beliau juga sangat baik, ramah dan tidak pilih kasih. Setiap lebaran Idul Fitri beliau selalu mengajak semua warga berkumpul di rumahnya saling bersilahturahmi dan makan bersama. Ini selalu diadakan pada hari kedua Lebaran Idul Fitri.

Begitu juga dengan Idul Adha...di hari pertama beliau juga selalu mengadakan silahturahmi dan makan bersama. Itulah kenapa aku selalu merayakan Idul Adha di kampung, karna Bapak angkatku sedang berhari Raya.

Dan, yang lebih membuat aku harus menghormati dan berterimakasih pada mereka di saat hari pernikahanku....mereka sangat banyak membantu, begitu juga adik dan keluargaku lainnya. Seandainya saja tidak ada mereka aku tidak tau apakah hari pernikahaku bisa berjalan lancar atau tidak. Maklum pada saat aku menikah aku tidak lagi memiliki kedua orang tua, nenek dan kakek. Dengan bantuan ketegasan mereka semua bisa berjalan lancar dan banyak sekali yang membantu kami.

Kalau rejeki tidak kemana......dari mulai tenda, kursi, perlengkapan makan, pernak pernik perlengkapan, dan sedikit uang belanja alhamdullilah kedua orang tua angkatku yang memberikannya secara percuma tanpa imbalan sedikitpun. Sampai aku harus di pingit, menggunakan lulur, dan sebagainya semua itu perhatian dari ibu angkat kami. Begitu juga pernikahan ke dua adikku yang perempuan....orang tua angkat kami memperlakukan kami dengan adil.

Beliau selalu menasehati kami, kalau aku dan suami tidak boleh banyak diam..harus lebih terbuka saling membantu dan mengasihi. Karna mereka tau kalau saya dan suami termasuk anak yang tidak banyak bicara. Jadi jika tidak suka katakan saja...jangan di pendam-pendam itu tidak baik. Itu yang selalu mereka ingatkan bila kami bersilahturahmi kerumahnya.

Orang tua angkat kami belum terlalu tua, tapi anak-anak kami harus memanggil mereka nenek dan kakek....agak cangung sih, tapi itulah kenyataannya. Kenyataan kalau Dini masih punya nenek dan kakek dari saya. Meskipun bukan Kakek dan Nenek kandung....

Ini foto mereka...foto ini di ambil saat hari pernikahanku.




Orang tua angkatku aslinya orang Melayu
( Habis akad Nikah )

Pada saat malam Hari

Selesai Akad Nikah
( Baju kuning di samping suami saya itu adalah ibu mertua saya )

9 komentar:

21inchs mengatakan...

Tetap menghormati seperti orang tua sendiri.

Hariyanti Sukma mengatakan...

Alhamdulillah .... memiliki org tua angkat yg kasih sayangnya gak beda dgn org tua sendiri... smg beliau selalu sehat dan Allah selalu di limpahkan Rahmat dan Ridho Nya pada keduanya

panduan belajar blog mengatakan...

bapaknya baik, dermawan dan suka membantu. patut ditiru nih kebaikannya.

catatan kecilku mengatakan...

Salut banget nih pada Bapak Hermawan dan istrinya yg begitu tulus dan dermawan mbak.. Beruntung mbak Mul mengenal orang2 sebaik mereka ya?

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

wah seneng ya ada ortu angkat

Lyliana Thia mengatakan...

subhanallah mbak.. ada orang sebaik Bapak Hermawan.. janji beliau utk mengangkat Mbak dan adik2 sbg anak, membuat beliau juga seperti orangtua kita ya mbak..

semoga Bapak dan Ibu Hermawan sehat selalu, amin.. :-)

Mulyani - Ibunya Dini mengatakan...

21inchs : iya betul

Bunda sukma : amin

Fanny : tentu fan

Lyliana : iya Ly.

Mb Reni : Alhamdullilah mb.

Panduan belajar : betul

Bunda Shofia mengatakan...

Salam kenal
Semoga Alloh membalas budi baik Pak hermawan ...

Pake Cholik mengatakan...

Saya telah membaca dengan seksama artikel diatas.
Saya catat sebagai peserta
Terima kasih atas partisipasi sahabat.
Salam hangat dari Bojonegoro

Posting Komentar

Sangat berterima kasih sekali bila sahabat mau meninggalkan pesan di postingan ini.
Semoga kita selalu dalam keadaan Sehat Walafiat....Amin..